Berstatus Tersangka, Begini Bandar Arisan KCA Jalankan Aksinya

Editor: Ary B Prass

NW juga menjamin uang arisan tidak akan hilang, jika itu terjadi ia sanggup bertanggung jawab. Iming-iming itu membuat banyak orang tertarik bergabung, bahkan satu orang ikut beberapa table dengan nilai arisan yang beragam. Tersangka menawarkan kepada peserta, yang mendapatkan arisan di depan akan mendapatkan uang lebih sedikit sedangkan yang belakang mendapatkan uang arisan secara utuh.

“Orang pertama dan kedua yang mendapatkan arisan sudah diatur oleh NW sehingga yang belakangan itu tidak mendapatkan arisan karena macet di tengah jalan. Bandar dalam hal ini NW, ikut menentukan siapa saja yang mendapatkan arisan,” urai Kombes Burkan yang didampingi Kabid Humas Kombes Pol Yuliyanto SIK.

Saat arisan macet di tengah jalan, NW mensiasati dengan membuka table baru namun dengan menggunakan joki sehingga member percaya untuk mengikuti arisan online. “Untuk menutup hutang, bandar mencoba menyiasati, misalnya dia membuka slot yang lain dengan menarik peserta yang lain tapi menggunakan joki,” jelasnya.

Burkan menyebut, sebanyak 16 orang mayoritas wanita, resmi melaporkan NW ke Mapolda DIY. Pekerjaan para korban mulai dari karyawan toko, wanita pekerja malam bahkan ada beberapa istri pejabat koperasi.
Mereka mayoritas domisili di DIY, namun ada juga yang dari Surabaya, Denpasar hingga NTB. Burkan meyakini, korban arisan KCA lebih masih banyak dari yang melapor.

Direskrimum mengungkap, sebagian peserta arisan habis uangnya untuk gaya hidup, seperti membeli barang bermerek. Demikian juga dengan NW, yang bergaya hidup mewah. Tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan 372 KUHP tentang Penggelapan.

“Hati-hati dengan arisan online, karena tidak ada arisan online yang menguntungkan. Yang ada hancur atau babak belur, karena ada yang bayar sekali kemudian setelah dapat, tidak bayar,” pungkasnya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI