Bioteknologi Tingkatkan Produktivitas Pertanian

YOGYA, KRJOGJA.com – Bioteknologi menjadi solusi pemenuhan kebutuhan pangan, di tengah kondisi terus menyusutnya lahan pertanian. Melalui teknologi rekayasa genetik akan diperoleh varietas unggul dengan usia tanam lebih singkat, lebih enak, tahan terhadap hama dan produktivitas tinggi. 

Senior Program Officer, International Service for The Acquistion of Agri-biotech Applications (ISAAA) Dr R Aldemita mengatakan, adopsi tanaman biotek di dunia meningkat 110 kali lipat hanya dalam kurun waktu 21 tahun sejak dikomersialkan. Yakni tumbuh dari 1,7 juta hektar tahun 1996 menjadi 185,1 juta hektare tahun 2016. 

"Manfaat tanaman biotek telah dirasakan para petani di negara berkembang dan negara maju," terang Aldemita dalam Seminar Nasional 'Peran Bioteknologi Pertanian dan Kontribusinya Terhadap Ketahanan Pangan' di Auditorium Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (23/5/2017).

Menurut Aldemita, adopsi tanaman bioteknologi juga berkontribusi mengurangi emisi gas CO2, melestarikan keanekaragaman hayati serta mengurangi dampak lingkungan dengan pengurangan penggunaan pestisida. Selain itu, penanaman tanaman biotek telah membantu mengurangi angka kelaparan dan meningkatkan pendapatan bagi petani. (Dev)

BERITA REKOMENDASI