Bisnis Kuliner Marak, Sertifikat Halal MUI Harus Ada

KALASAN (KRjogja.com) – Kecamatan Kalasan selama ini terkenal dengan usaha kuliner Ayam Gorengnya. Tidak heran jika di Kalasan banyak terdapat home industry Ayam Goreng Kalasan. Termasuk usaha Rumah Potong Ayam (RPA).

Karenanya Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalasan mengajak masyarakat terutama pelaku industri untuk memperhatikan kehalalannya. Mulai dari proses pemotongan ayam hingga cara pengolahan.

"Omset usaha mereka cukup tinggi. Sebab sudah terkenal hingga luar daerah. Untuk itu perlu diperhatikan termasuk memproses produk halal," kata Kepala KUA Kalasan Eko Mardiono saat Sosialisasi Fatwa MUI tentang Sertifikasi Produk Halal di kantor setempat, Selasa (10/05/2016).

Dalam sosialisasi ini diberikan penjelasan tentang apa itu sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Yogyakarta. Sebelumnya, KUA bersama puskesmas dan tim dari kecamatan pernah pernah melakukan pemantauan ke sejumlah pasar tradisional. Mereka mendatangi pedagang ayam dan mengambil potongan ayam terutama bagian leher dan kepala. Dari sana ditemukan masih ada yang memang cara pemotongannya belum sempurna.

Selain juga ke RPA maupun Rumah Potong Hewan (RPH) di sejumlah titik. Jika bertepatan dengan proses penyembelihan, petugas langsung memberikan informasi tentang cara menyembelih hewan yang sesuai syar'i. "Sebab kami juga pernah mendatangi salah satu rumah makan ayam goreng. Kami sengaja pesan leher dan kepala. Dan memang proses penyembelihannya ada yang belum sempurna," jelasnya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI