BKSDA Yogyakarta dan Ditreskrimsus Polda DIY Perkuat Kerjasama Penertiban Kepemilikan Satwa Dilindungi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta mengapresiasi langkah serius yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY dalam rangka penyelamatan satwa dilindungi dan penegakan hukumnya. Dari hasil penertiban kepemilikan satwa yang dilindungi pada Bulan Juni 2021, Ditreskrimsus telah berhasil menangani dua kasus perniagaan dan kepemilikan satwa yang dilindungi di wilayah DIY.

Pengungkapan kedua kasus ini bermula dari adanya informasi yang diperoleh petugas Ditreskrimsus Polda DIY melalui media sosial, yang menemukan adanya postingan yang menawarkan satwa dilindungi berupa Nuri Maluku (Eos bornea) dan beberapa burung lainnya untuk diperjualbelikan secara online pada tanggal 14 Juni 2021. Setelah dilakukan pengumpulan bukti dan pendalaman lebih lanjut, Ditreskrimsus Polda DIY berkoordinasi dengan Balai KSDA Yogyakarta menindaklanjuti temuan tersebut.

Dari kediaman pemilik satwa yang berada di Kecamatan Umbulharjo, satwa dilindungi berupa Nuri Maluku (Eos bornea) dan beberapa burung lainnya diamankan oleh petugas. Sementara dari pelaku perdagangan lutung budeng (Trachypithecus auratus) diamankan tiga ekor lutung budeng warna hitam di lokasi TKP yang berada di Lapangan Ratu Boko Kalasan Prambanan Sleman Yogyakarta pada tanggal 28 Juni 2021.

Terhadap kedua pelaku baik itu GS warga Umbulharjo dan EP warga Sleman, tidak dilakukan penahanan tapi dikenakan wajib lapor. Barang bukti pada kasus dimaksud, dititipkan ke Balai KSDA Yogyakarta untuk dilakukan penanganan dan penyelamatan lebih lanjut.

Menyikapi maraknya kepemilikan dan perdagangan satwa dilindungi khususnya jenis aves tersebut, Kepala Balai KSDA Yogyakarta segera menginstruksikan stafnya untuk melakukan perawatan lanjutan terhadap satwa-satwa yang dititprawatkan tersebut di Pusat Penyelamatan Satwa Stasiun Flora Fauna (SFF) Bunder. Penertiban kepemilikan satwa dilindungi yang ditindaklanjuti dengan proses penegakan hukum terhadap oknum pemiliknya oleh Ditreskrimsus Polda DIY dan penyelamatan satwa yang dilakukan dengan menggandeng Balai KSDA Yogyakarta telah menjadi rangkaian kegiatan penyelamatan satwa.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Ditreskrimsus Polda DIY yang telah secara serius menangani kasus pelanggaran bidang kehutanan ini khususnya kepemilikan dan perdaganagan illegal satwa dilindungi undang-undang. Kami menyadari penyelesaian kasus pelanggaran bidang kehutanan ini tidak dapat dilakukan sendiri dan butuh kerjasama dari para pihak terkait seperti Polda DIY,” ungkap Wahyudi do Mapolda DIY, Kamis (30/06/2021).

Lebih lanjut Wahyudi menjelaskan satwa-satwa yang diamankan dari kasus penegakan hukum bidang tumbuhan dan satwa liar ini selanjutnya dititiprawatkan di SFF Bunder sambil menunggu putusan pengadilan. Selama dititipkan satwa tersebut akan menjalani serangkaian proses seperti pemeriksaan kesehatan, dan assesment terhadap satwa.

“Terhadap satwa-satwa tersebut nantinya akan dilakukan translokasi untuk dikembalikan ke habitatnya lagi, mengingat sebagian satwa tersebut bukan satwa endemik Yogyakarta. Satwa asal Maluku akan ditranslokasikan kembali ke Maluku, begitu pula satwa asal Maluku Utara akan dikirim kembali ke Maluku Utara,” tegas Wahyudi.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, memberikan apresiasi kepada 13 personil dari Ditreskrimsus Polda DIY atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam upaya penegakan hukum bidang tumbuhan dan satwa liar. Pemberian apresiasi Dirjen KSDAE tersebut diharapkan sebagai wujud penghargaan atas kerja keras yang telah dilaksanakan masing-masing personil Polri. (*)

BERITA REKOMENDASI