BNN Contoh Desa Condongcatur Perangi Narkoba

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) dari tingkat Kabupaten hingga Provinsi se-Indonesia mengikuti pembinaan teknis yang digelar di Desa Condongcatur Kabupaten Sleman, Rabu (12/02/2020). Pembinaan teknis ini diikuti para kepala seksi dan membahas tentang pencegahan serta penanggulangan bahaya narkoba.

Direktur Informasi dan Edukasi Deputi Pencegahan BNN, Brigjen Pol Purwo Cahyoko mengatakan Desa Condongcatur dipilh sebagai lokasi pembinaan teknis bagi para kepala seksi karena wilayah ini merupakan salah satu contoh Desa Bersih Narkoba (Bersinar). Di desa ini para peserta dapat melihat secara langsung bagaimana cara mencegah maupun menanggulangi peredaran narkoba dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

“Desa Condongcatur sudah cukup bagus sebagai Desa Bersinar. Di desa ini memiliki relawan, penggiat dan agen pemulihan,” ungkap Purwo Cahyoko.

Ia mengatakan, untuk memerangi narkoba tak bisa dilakukan aparat maupun BNN semata. Namun perang melawan barang haram tersebut harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat karena narkoba merupakan musuh bangsa.

Purwo Cahyoko juga mengatakan, adanya Desa Bersinar cukup efektif dalam membantu upaya pemerintah memerangi peredaran narkoba. Pelaksanaan Desa Bersinar sendiri telah memiliki dasar hukum yakni Inpres No 6 Tahun 2018 yang mewajibkan kementerian, lembaga dan pemda untuk melakukan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Harapannya bisa muncul desa-desa bersinar yang baru sehingga peredaran bisa dikurangi. Selain itu para peserta juga bisa menerapkan ilmu yang didapat di wilayahnya masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Condongcatur, Reno Candra Sangaji mengaku bangga dengan dipercayanya desa yang ia pimpin untuk penyelenggaraan kegiatan tinkat nasional tersebut. Ditegaskannya, setelah dicanangkan sebagai Desa Bersinar pada dua tahun lalu, Condongcatur segera melakukan gebrakan memberantas peredaran narkoba.

“Berbagai cara kami lakukan, salah satunya dengan menggandeng komunitas, kampus, tokoh agama, tokoh pemuda hingga perguruan-perguruan tinggi. Hasilnya sangat positif, kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba mulai tumbuh dengan sendirinya,” jelas Reno Candra Sangaji.

Dari pihak desa, pengawasan juga terus dilakukan secara intensif. Salah satunya dengan melakukan pendataan terhadap warga maupun mahasiswa yang tinggal maupun berdomisili di wilayah Desa Condongcatur.

“Pendataan dilakukan di tingkat RT yang kemudian dilaporkan ke desa. Setelah itu dari desa memiliki kewajiban untuk melakukan pemantauan kepada warganya. Kami juga bekerjasama dengan jajaran lain seperti Polri maupun TNI untuk bersama-sama menciptakan keamanan di Desa Condongcatur,” terangnya. (*)

BERITA REKOMENDASI