BOB Segera Hubungkang Pariwisata Yogya – Karimunjawa

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Badan Otorita Borobudur (BOB) terus melakukan pengembangan untuk mendukung kepariwisataan kawasan Borobudur. Salah satu yang digagas yakni menghubungkan destinasi wisata Yogakarta dan Karimunjawa di Jawa Tengah (Jateng). Ditargetkan program ini akan terlaksana pada tahun 2021 mendatang.

Direktur Destinasi Pariwisata BOB, Agustin Peranginangin menyampaikan Karimunjawa merupakan salah satu lokasi wisata yang masih termasuk dalam kawasan koordinatif BOB. Karimunjawa mulai digarap lantaran pesona wisata yang dimiliki cukup kuat untuk menghadirkan banyak wisatawan.

Yogyakarta menurut Agustin Peranginangin menyediakan wisata berbasis budaya, sedangkan untuk wisata pantai masih banyak yang harus dikembangkan. Sedangkan Karimunjawa selama ini telah menawarkan wisata pantai yang indah dan telah banyak dikenal wisatawan.

“Yogyakarta menyediakan wisata budaya, kuliner, kriya. Sedangkan lautnya hanya untuk dilihat. Namun jika di Karimunjawa wisatawan bisa snorkling dan lain sebagainya, ini potensi yang sangat luar biasa,” kata Agustin Peranginangin saat penyampaian capaian kinerja BOB tahun 2020 di The Manohara Hotel, Sabtu (19/12/2020).

Guna mewujudkan konektifitas dua kawasan tersebut BOB akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, diantaranya otoritas penerbangan Angkasa Pura I dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA). Ia mengungkapkan saat ini rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan dan pada tahun 2021 sudah bisa terealisasi.

“Sasaran utama untuk wisatawan domestik, kalau wisatawan manca belum. Itu pun (wisatawan domestik) diprediksi baru akan ramai pada semester II setelah program vaksinasi dari pemerintah,” ungkapnya.

Jika kedua wilayah ini terhubung secara, Agustin Peranginangin berharap nantinya mampu mengangkat kunjungan wisata di Borobudur. Letak Borobudur yang berada di tengah antara Yogyakarta dan Karimunjawa menjadikan lokasi ini destinasi wisata strategis yang wajib dikunjungi.

Sementara itu Kepala Divisi Pengembangan Kawasan Pariwisata Disporapar Jateng, Hendrawan Purwanto mengapresiasi dan mendukung upaya yang dilakukan BOB untuk terus mengenalkan wisata Borobudur. Walau Borobudur tingkat kunjungan wisatanya belum bisa disamakan dengan Angkor Wat di Kamboja, namun dengan promo gencar maka destinasi andalan Jateng ini akan mampu lebih dikenal dunia.

“Promo secara digital harus terus digencarkan agar Borobudur lebih dikenal dunia. Sarana digital perlu dimanfaatkan secara maksimal, dengan tak mengesampingkan upaya yang lainnya,” jelas Hendrawan Purwanto. (Van)

BERITA REKOMENDASI