Boikot Produk Israel dan AS Tak Efektif

SLEMAN, KRJOGJA.com – Himbauan MUI dan gerakan masyarakat yang hendak memboikot produk Israel dan Amerika di pasaran dipandang oleh Pakar Kawasan Timur Tengah HI UGM, Dr. Siti Muti'ah Setiawati sebagai langkah yang tak begitu efektif dalam mendukung Palestina.

Siti mengungapkan bahwa inefektifitas tersebut bermula, karena produk Amerika maupun Israel bukanlah produk yang secara umum ada di pasar. Untuk produk yang ada di pasar layaknya kedelai impor dari Amerika. Itupun agak sulit dibedakan dengan kedelai impor dari negara maju lainnya karena varietas dan jenis yang kini makin serupa.

"Begitupula dengan produk Israel, kebanyakan senjata, peralatan militer, dan barang high-end lainnya. Bukan produk umum. Saling keterkaitan dalam ekonomi internasional juga mengaburkan batasan mana barang Israel dan yang bukan. Sehingga (boikot) jadi tak begitu efektif," ungkap Siti kepada KRjogja.com, Rabu (20/12/2017).

Walaupun demikian, Siti juga mengungapkan bahwa bukan berarti masyarakat tidak memiliki opsi lain untuk menolak deklarasi Presiden Trump yang menetapkan Yerusalem sebagai ibukota Israel. 

Dukungan kepada Palestina menurutnya, paling konkrit dapat dilancarkan masyarakat dengan cara mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan ke Palestina. Mereka yang memiliki kemampuan medis maupun pertolongan pertama misalnya, dapat menjadi relawan lewat MER-C maupun ICRC.

"Indonesia kan punya rumah sakit di Gaza, dan itu menjadi bukti konkrit dukungan Indonesia utamanya masyarakat kepada Palestina. Karena pembangunan rumah sakit itu juga dari uang sumbangan masyarakat," ungkap Siti.

Bagi masyarakat pada umumnya, kata Siti dukungan kepada Palestina dapat dilancarkan dengan memberikan sumbangan, doa, maupun aksi damai sesuai dengan tata peraturan yang berlaku. 

"Dukungan Indonesia termasuk di era Presiden Jokowi, sejauh ini sangat riil bagi Palestina. Kita mendapat apresiasi bahkan dari pihak Palestina sendiri. Kini saatnya kita membuktikan bahwa lobi Yahudi bisa dikalahkan dengan diplomasi pancasila,” pungkas Siti. (Mg-21)

 

 

BERITA REKOMENDASI