BPCB DIY Ingin Candi Kedulan Jadi Museum Pendidikan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY berencana menjadikan kompleks Candi Kedulan museum pendidikan yang berkaitan dengan arkeologi. Kedepan akan ada penataan di lingkungan candi.

Untuk itu, BPBC DIY sudah menjalin komuniksi dengan pemerintah setempat. Dalam ini Desa Tirtomartani dan Kecamatan Kalasan mengenai wacana pengembangan ini. Salah satunya berupaya agar di sekitar bangunan Candi Kedulan tidak berdiri banyak bangunan.

Menurut Kepala BPCB DIY Ari Setyastuti, Candi Kedulan untuk sering dijadikan tempat penelitian ahli vulkanologi international. Pasalnya Candi Kedulan itu dua kali tertimbun lahan besar dan ada juga lapisan sekunder kecil. Bahkan saat ini masih ada satu Candi Perwara yang kondisinya masih terkubur tanah.

"Saat ini kami sedang melakukan proses pemugaran Candi Kedulan. Dalam kegiatan ini, kami sengaja melibatkan masyarakat sekitar. Agar mereka juga menyadari kalau di sekitar tempat tinggal mereka itu terdapat potensi besar. Jika ada kerjasama yang baik, kedepan bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat," katanya, Minggu (14/1/2018).

Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Kalasan mendukuh penuh konsep yang dimiliki BPCB DIY yang ingin mengembangkan kawasan sekitar Candi Kedulan menjadi kawasan sejarah dan untuk edukasi. Bahkan pengembangan itu akan diupayakan mendapat bantuan melalui Dana Istimewa (Danais).

"Harapannya dari wacana ini tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu langkah pertama dengan mensterilkan lokasi sekitar bangunan yang kebetulan adalah tanah kas desa. Salah satunya dengan meminimalisir bangunan yang ada di zona penyangga," kata Camat Kalasan Tina Hastani.

Dalam zona penyangga tersebut akan dibuat agar tidak tumbul banyak bangunan. Karena tujuannya juga untuk kelestarian candi. "Sekitar Candi Kedulan ini yang paling dimungkinkan untuk dilakukan banyak hal. Jangan sampai seperti di Candi Sari, Candi Kalasan maupun Candi Sambisari yang pertumbuhan bangunan di sekitarnya tidak terkendali," urainya.(Awh)

 

BERITA REKOMENDASI