BPIP: Restorative Justice Pancasila Banget

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menilai kebijakan restorative justice dari kejaksaan itu sudah Pancasila banget. Hal itu dikarenakan menyelesaikan perkara menggunakan rasa dan hati sehingga memiliki nilai manfaat dan rasa keadilan.

“Restorative justice itu sudah Pancasila banget. Dalam penanganan perkara itu harus menggunakan hati dan rasa,” kata Sekretaris Utama BPIP Dr Drs Karjono SH MHum saat menjadi narasumber webinar kebangsaan yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY, Jumat (17/6).

Acara dengan tema ‘internalisasi dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam budaya kerja’ dibuka oleh Jaksa Agung Muda Intelijen Dr Amir Yanto SH MH sebagai Keynote speech secara daring. Selain itu narasumber lainnya Kajati DIY Katarina Endang Sarwestri SH MH dengan moderator Asisten Pengawasan Kejati DIY Dr Supriyanto SH MH. Kemudian turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua BPIP Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD.

Lebih lanjut dikatakan Karjono, nilai-nilai Pancasila itu harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bekerja. Untuk itu Pancasila itu perlu dibumikan, termasuk ke kalangan aparatur sipil negara.

“Sesuai arahan Pak Presiden, Pancasila harus dibumikan dengan santai ke semua sektor. Baik itu aparatur sipil negara, ormas, ibu-ibu dan lainnya,” terangnya.

Kenapa Pancasila perlu dibumikan, karena sudah 23 tahun pendidikan Pancasila vakum. Akibatnya muncul terorisme, radikalisme dan berita hoax.

“Generasi muda sangat rawan terpapar radikalisme dan lainnya. Untuk itu Pancasila sebagai penangkalnya ketika semua masyarakat bisa mengamalkan dalam kehidupannya,” tuturnya.
Sedangkan Kajati DIY Katarina Endang Sarwestri menambahkan, pihaknya berharap masyarakat supaya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat Pancasila merupakan ideologi bangsa.

“Pancasila masih relevan dengan kehidupan sekarang ini. Jadi kami berharap, nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam bekerja maupun kehidupan sehari-hari,” pinta Kajati. (Sni)

BERITA REKOMENDASI