BPKH Tempatkan Dana Rp 536 M di PNM

Editor: Ivan Aditya

 

SLEMAN, KRJOGJA.com – Guna mengembangkan manfaat investasi dana haji yang lebih luas, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjalin kerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dengan menempatkandana sebesar Rp 536 miliar. Kerjasama yang dilakukan yakni dengan mengalokasikan investasi dana haji miliar dalam program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) Syariah dan pembiayaan kelompok ibu-ibu rumah tangga prasejahtera melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) Syariah.

Langkah ini menurut Kepala Pelaksana BPKH, Anggito Abimanyu sebagai terobosan penting dalam pengembangan investasi dana haji yang dikelola BPKH. Dengan demikian maka dana haji akan memberikan nilai manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia, khususnya pengusaha kecil, mikro dan keluarga prasejahtera.

“Upaya pengembangan investasi ini tetap dilakukan sesuai dengan prinsip syariah, kehati-hatian, akuntabel dan transparan,” kata Anggito Abimanyu seusai peluncuran investasi BPKH pada surat berharga Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM Pembiayaan Mikro BUMN Seri VII di Pasar Gamping, Sleman, Jumat (26/03/2021).

BPKH menggandeng PT PNM Investment Management untuk melakukan kerja sama pengelolaan keuangan haji bagi pembiayaan program Mekaar dan ULaMM Syariah. PNM Investment Management sebagai anak usaha BUMN yakni PNM (Persero) dan memiliki reputasi yang baik dalam bisnis pengelolaan reksa dana sektor riil.

Anggito Abimanyu mengatakan dengan investasi ke pembiayaan program Mekaar dan ULaMM Syariah BPKH juga ikut berkontribusidan mendukung program Pemerintah dalam pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19 dan program pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Presiden Direktur Permodalan Nasional Madani (Persero), Arief Mulyadi mengatakan PNM mendukung langkah BPKH tersebut. Investasi dana haji bagi pemberdayaan ekonomi pengusaha kecil, mikro dan keluarga prasejahtera ini bukan semata-mata sebagai financial investment, melainkan juga menjadi social investment sebagai bagian dari bentuk Environmental, Social and Good Governance (ESG) Investment.

“Kami berharap kerja sama kemitraan BPKH dengan PNM Grup ini bisa dirintis dan ditingkatkan untuk jangka panjang. Sehingga, BPKH dan PNM Grup bisa terus membantu mengangkat derajat ekonomi kecil, mikro dan keluarga prasejahtera di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu Direktur Utama PNM Investment Management, Bambang Siswaji menjelaskan, investasi dana haji untuk pembiayaan program Mekaar akan dikelola ke dalam produk Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap (RDSPT) PNM Pembiayaan Mikro BUMN. Produk tersebut sudah terbit dengan nilai dana kelolaan sebesar Rp 2 triliun. Adapun, BPKH menempatkan dananya ke produk ini sebesar Rp 536 miliar. (*)

BERITA REKOMENDASI