BPOM DIY Sita Puluhan Ribu Air Minum Kemasan di Pakem

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY mendatangi gudang sekaligus lokasi produksi air minum dalam kemasan tanpa ijn edar di Jalan Raya Pakem-Turi km 0,5 Sempu Pakembinangun Sleman, Kamis (22/03/2018) siang. Dari lokasi tersebut, berhasil diamankan 42.713 air minum dalam kemasan baik gelas maupun botol yang terbukti tak memiliki ijin edar.

Proses penyitaan sendiri berlangsung tertutup. Awak media tak diperkenankan masuk oleh pihak pengelola PT Tirta Lancar Sejahtera yang kemudian diketahui memiliki produk air minum dalam kemasan bernama Evita. Begitu pula saat selesai penyitaan, tidak ada pihak pengelola yang bersedia memberikan keterangan resmi pada wartawan.

Kepala BPOM DIY Sandra MP Lintih dan Kanit 2 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda DIY Kompol Eko Basunando yang memberikan pernyataan pada wartawan tepat di depan gerbang yang sebelumnya tertutup rapat. Dikatakan Kepala BPOM DIY, pihaknya resmi menyita 42.713 air minum dalam kemasan baik gelas dan botol dari gudang sekaligus pabrik tersebut.

“Hasil investigasi BPOM DIY bersama Ditreskrimsus Polda DIY sejak Rabu (21/03/2018) sore akhirnya dilakukan penindakan yakni penyitaan 42.713 kemasan baik gelas maupun botol. Produk ini ijinnya tak lagi berlaku sejak Juli 2016 lalu sehingga dipastikan produknya tanpa ijin edar,” tegasnya.

Produk yang menurut keterangan memiliki nilai Rp 16 juta tersebut diamankan ke Kantor BPOM DIY sembari menunggu prosea hukum selanjutnya. “Sebelumnya kepada pengelola kami lakukan pembinaan namun karena masih juga diedarkan maka dilakukan penindakan, kami sita” sambungnya.

Sementara Kompol Eko Basunando menambahkan terhadap pemilik atau pengelola pihaknya menyangkakan Undang-Undang Pangan nomor 18 tahun 2012. “Ancaman pidanannya itu kurungan 2 tahun atau maksimal denda Rp 4 miliar,” tegasnya.

Pihak kepolisian menurut dia terus melakukan penyelidikan untuk mengembangkan kasus tersebut termasuk melakukan upaya penarikan paksa apabila menemukan produk masih diperjualbelikan. “Kita akan tarik sesuai hukum acara yang berlaku, sementara kami sita dulu dua truk dari gudang ini,” ungkapnya lagi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI