Bregada Rakyat ‘SEMBADA’ Lestarikan Budaya

Editor: Ivan Aditya

KEBERADAAN prajurit pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara berfungsi sebagai alat pertahanan dan keamanan. Dengan demikian kelompok itu merupakan kesatuan tempur pada sebuah kerajaan. Namun dalam perkembangannya saat ini hanya (Jawa khususnya), dijadikan sebagai prajurit seremonial melulu. salah satunya adalah prajurit Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang berfungsi sebagai prajurit budaya.

“Seiring perkembangan zaman tumbuhlah bregada-bregada rakyat yang mengadopsi eksistensi prajurit kraton, di antaranya wilayah Kabupaten Sleman,” ujar Yulianto Ketua Paguyuban Bregada Rakyat ‘SEMBADA’ seperti dalam pesan Whaatshap (WA) kepada Kepala Bidang Dokumentasi, Sarana dan Prasarana Kebudayaan Dinas Kebudayaan Sleman Wasita SS, MAP yang diteruskan kepada KRJOGJA.com di kantornya, Senin (31/08/2020).

Menurut Yulianto, saat ini sekretariat kepengurusan Bregada Rakyat ‘SEMBADA’ berada di Kronggahan II Rt 09 Rw 09, Trihanggo, Gamping, Sleman. Berdiri tanggal 1 Februari 2019, dengan anggota kurang lebih 100 kelompok. Untuk koordinator kelompok, direncanakan masing-masing wilayah (kecamatan) 1 namun karena terkendala merebaknya Covid-19 saat ini baru ada tiga kecamatan yang aktif.

Adapun visi dan misi Bregada Rakyat ‘SEMBADA’ adalah melestarikan dan mengembangkan warisan seni budaya nasional, khususnya bregada rakyat. Juga diharapkan terbentuknya masyarakat yang mengetahui jati diri dan falsafah budaya yang adiluhung serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai moral dan etika yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya masyarakat serta generasi muda di wilayah Kabupaten Sleman.

Program kerja yang strategis adalah kepelatihan tentang seni keprajuritan, sebagai pengiring atau pengawal dalam setiap kegiatan upacara adat, tradisi budaya, merti desa atau dusun serta kirab budaya. Membantu menguruskan Nomor Induk Kebudayaan (NIK) bagi kelompok paguyuban bregada yang belum mempunyai NIK ke Disbud Sleman, dan yang terakhir menggelar lomba atau festival antarbregada se Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan terpisah Kepala Dinas Kebudayaan Sleman HY Aji Wulantara SH, MHum menambahkan, salah satu tujuan pemerintah adalah mengembangkan potensi-potensi masyarakat yang ada agar menjadi bangsa yang berbudaya. Meski pemajuan kebudayaan sangat pesat, namun dengan mempertahankan budaya nasional yang asli seperti halnya bregada keprajuritan dari Jawa khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) perlu ditumbuhkembangkan.

“Untuk mempertahankan lebih sulit dalam kehidupan dan tantangan zaman yang terus dipengaruhi kemajuan budaya barat. Nah, dengan eksistensinya bregada keprajuritan, kita bersama-sama mempertahankan, memelihara dan melestarikan budaya bangsa,” tambah Aji Wulantara.

Yang mengembirakan, saat ini keberadaan bregada keprajuritan sudah banyak dimanfaatkan masyarakat, seperti untuk kepentingan acara kenegaraan, upacara adat, bahkan untuk kepentingan hajatan sebagai pengiring penganten.

Adapun kepengurusan Bregada Rakyat ‘SEMBADA’, Pelindung : Bupati Sleman, Dewan Penasihat: Djoko Widodo dan Sancoko, Pembina : Dinas Kebudayaan Sleman, Ketua : Yulianto, Wakil Ketua : Dwi Walji Sugiarto, Sekretaris : Pendi Agustian dan Dhamar Asmoro Sejati, Bendahara : Riyanto dan Wikandi. (Sutopo Sgh)

BERITA REKOMENDASI