Buat Video Tik-Tok di Underpass Kentungan, Ditilang

SLEMAN, KRJOGJA.com –  Video tik-tok yang dibuat empat pemuda di Underpass Kentungan berbuntut tilang oleh Satlantas Polres Sleman. Dalam video yang diunggah Minggu (16/2/2020) itu, 3 mobil berjalan beriringan dan bermanuver secara zig-zag. Aksi mereka diambil videonya oleh pengendara mobil di depannya.

“Perbuatan mereka dinilai membahayakan keselamatan orang lain sehingga dikenakan Pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009 UU Lalu lintas dan Angkutan Jalan serta Pasal 311 UU Nomor 22 Tahun 2009 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ungkap Kasat Lantas Polres Sleman AKP Mega Tetuto SIK dikonfirmasi, Jumat (28/2).

Dijelaskan, awalnya petugas Patrol Cyber melaksanakan pantauan situasi kamseltibcarlantas wilayah Sleman di media sosial. Petugas menemukan akun di instagram yang memuat video tik-tok menggunakan kendaraan roda 4 yang membahayakan keselamatan. Dari pendalaman lokasi, dipastikan video itu dibuat di Underpass Kentungan. Sebelum video itu viral, petugas bergerak cepat mendatangi pembuat video tik-tok tersebut di daerah Ngaglik, Sleman.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Sleman Ipda Rahmad menambahkan, ada empat pemuda yang diberi tilang. Yakni pembuat video, Adri warga Magelang dan tiga pengemudi mobil yang bermanuver yaitu Aryo warga Sleman serta Khorik dan Ahmad keduanya warga Gunungkidul. “Mereka juga membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya,” urai Ipda Rahmad.

Baca Juga :

Jadi Pelatih Baru PSS Sleman, Berikut Karier Gemilang Dejan Antonic di Sepakbola

Dejan Antonic ‘Coach’ Baru PSS Sleman, Pernah Jadi Pelatih Terbaik di Hongkong

Ipda Rahmad menambahkan keempatnya mengaku membuat video itu Minggu (16/2) sekitar pukul 02.30 di Underpass Kentungan. Mereka menyatakan membuat video itu hanya iseng, apalagi saat ini sedang ngetren video tik-tok.

“Saat dimintai keterangannya, mereka mengaku membuat video itu untuk mengeluarkan kreatifitas, namun tidak pada tempatnya. Apalagi lokasi pembuatan video merupakan jalan umum, sehingga bisa membahayakan diri pengemudi maupun pengguna jalan lainnya,” tandas Ipda Rahmad. (Ayu)

 

BERITA REKOMENDASI