Buku Stasiun Nol, Kupas Tuntas Speleologi

YOGYA (KRjogja.com) – Sebelas tahun pasca diterbitkannya buku Stasiun Nol edisi 1 pada Desember 2005, Erlangga Eka Laksmana, sang penulis buku, akhirnya meluncurkan buku Stasiun Nol edisi 2, Jumat (23/09/2016). Peluncuran tersebut jadi rangkaian dalam Stasiun Nol Festival, di Selasar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. 

Erlangga mengatakan bahwa tujuan sebenarnya dibalik penerbitan buku kedua ini ialah karena buku edisi pertama sudah habis di pasaran, sehingga banyak teman-teman pegiat caving dan speleologi yang kesusahan untuk mencari. Selain itu, perkembangan teknik dan metode speleologi yang semakin maju juga turut mendorong Erlangga untuk kembali menulis.

Buku edisi 2 yang dicetak sebanyak 1000 eksemplar ini diakui Erlangga sudah cukup lengkap kontennya. Bahkan Erlangga juga mengatakan bahwa buku edisi 2 ini merupakan buku edisi 1 yang mendapat penambahan materi dan info-info terbaru seputar speleologi. “Buku ini simpelnya ya semacam upgrade-an dari buku edisi pertama” terangnya. 

Meski berjudul 'Stasiun Nol', Erlangga menjelaskan bahwa buku ini tidak memiliki korelasi sama sekali dengan transportasi kereta api. Stasiun nol merupakan poin pencatatan pertama ketika akan memasuki gua, baru kemudian dilanjut dengan stasiun satu, dua dan seterusnya. Jarak tiap stasiunnya tergantung data yang ditemui di lapangan. Tiap stasiun menandai ditemukannya hal yang signifikan di dalam gua. 

Shabrina Tamimi (24), anggota Arisan Caving Yogyakarta (ACY) mengaku senang dengan diluncurkannya buku Stasiun Nol edisi 2. “Bukunya sudah semakin lengkap dan cukup membantu kami para pegiat caving dan speleologi dalam mempelajari ilmu ini” tegasnya. 
Selain peluncuran buku, turut dibuka pula pameran foto gua oleh ASC yang akan digelar hingga hari Minggu, 25 September 2016 di Selasar FEB UGM. (MG-03)

BERITA REKOMENDASI