Bulan ‘Besar’, Harga Telur Bebek Malah Turun

PETERNAK kambing maupun sapi banyak merasa senang, saat Bulan Besar atau Dzulhijah dapat menjual ternak tersebut dengan harga lebih mahal karena dijadikan hewan kurban. Berbeda bagi peternak bebek petelur, saat Besar maupun Sura harga telur bebek biasa turun dibanding bulan lainnya.

Hal ini seperti diungkap peternak bebek petelur di asal Sendangagung Minggir Sleman, Haryanto. Menurutnya, penurunan harga akibat banyak tersedianya lauk-pauk dari hewan kurban. Lalu ketika Sura, sangat sedikit orang yang punya gawe, sehingga stok telur bebek lebih banyak dan harga di pasaran bisa turun.

"Setelah Besar dan Sura, harga telur bebek akan bisa naik lagi. Pengepul telur bebek berani membeli antara Rp 1.900 sampai Rp 2.000 perbutir,” ungkap Haryanto, kemarin.

Dia menjelaskan saat harga turun, harga telur bebek tak sampai Rp 1.800 perputir. Sedangkan harga pakan baik konsentrat, dedak maupun nasi karak tak turun. Solusinya, biasa menawarkan langsung ke penjual martabak, sehingga harga tak turun banyak. Bahkan, salah satu pengepul telur langganannya asal Sentolo,  biasa membeli 800 butir telur perminggu ke tempatnya. (Yan)

 

BERITA REKOMENDASI