Buntut Tuduhan Makar, Guru Besar UII Laporkan Dosen UGM ke Polda DIY

Kita ada dua hari ini yakni satunya pengaduan Pak Bagas dan pelaporan terkait orang yang meneror melalui WA atau menggedor langsung rumah Prof Nimatul Huda. Kami baru berikan ke polisi 4 nomor yang intinya mengancam keselamatan bahkan ingin membunuh dan seolah diafiliasikan dengan pemuda Muhammadiyah Klaten. Karena itu ada terkait IT kita displate di pidana umum tentang fitnah dan pencemaran nama baik satunya Krimsus,” ungkapnya pada wartawan.

Nimatul Huda sendiri mengungkap teror yang dialami dimulai sejak munculnya tulisan Bagas Pujilaksono yang tersebar di sosial media tentang adanya gerakan makar di Yogyakarta. Imbasnya, ternyata diluar dugaan Nimatul karena setelahnya muncul berbagai teror mulai ancaman pembunuhan melalui Whatsapp dan pintu rumah yang digedor-gedor orang tak dikenal.

“Teror muncul mulai Kamis (28/5/2020) pagi ada Whatsapp ancaman bunuh, ancaman keluarga akan dibunuh. Ada screenshotnya,” ungkap Nimatul.

BERITA REKOMENDASI