Bupati Sleman Himbau Warga Terima Petugas Pantarlih

SLEMAN, KRJOGJA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman mengawali kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit) Pemilu 2019 dengan mendatangi Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (17/4/2018). Tim yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU Sleman Ahmad Shidqi ini tiba ke rumah dinas sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung disambut oleh bupati beserta istri.

Tim dari KPU Sleman terlebih dahulu menjelaskan maksud kedatangan tim ke Rumdin. Selanjutnya, KPU meminta bupati untuk menunjukkan kartu identitas berupa KTP Elektronik dan KK. Dikarenakan ada salah satu anak bupati yang sedang menjalani koass di salah satu RS di Klaten, sehingga untuk coklit dilakukan dengan cara video call.

Bupati Sleman Sri Purnomo menyambut baik tahapan coklit ini. Bupati berpesan kepada seluruh masyarakat agar menerima petugas Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) secara terbuka.

"Sampaikan informasi yang sebenar-benarnya. Karena ini bentuk dukungan dan kepedulian kita kepada negara. Salah satunya dengan ikut mensukseskan pesta demokrasi agar berjalan dengan baik," ujarnya.

Secara keseluruhan di Kabupaten Sleman terdapat 3.377 Pantarlih. Jumlah itu menyesuaikan dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Sleman. Coklit sendiri dilangsungkan selama sebulan. Mulai tanggal 17 April hingga 17 Mei 2018. Dimana petugas mendatangi langsung rumah warga atau door to door.

"Coklit dilakukan untuk mencocokkan data dengan identitas pemilih. Apakah sudah berusia 17 tahun, sudah/pernah kawin dan sebagainya. Selain itu jika ternyata sudah tidak memenuhi syarat sebagai pemilih akan langsung dicoret," ungkap Ketua KPU Sleman Ahmad Shidqi.(Awh)

 

BERITA REKOMENDASI