Bupati Sleman Luncurkan Sipaten dan Kado Untuk Dilan, Apa Itu?

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Bupati Sleman, Sri Purnomo meluncurkan Sistem Informasi Administrasi Terpadu Kecamatan atau dikenal dengan SIPATEN dan layanan pengantaran dokumen yang diberi nama Kado Untuk Dilan. Peluncuran layanan tersebut dilakukan di Kantor Kecamatan Depok, Sleman, Kamis (27/2) ditandai dengan penyerahan unit kedaraan antar oleh Bupati Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengapresiasi dengan adanya inovasi tersebut karena tentu dapat memudahkan bagi masyarakat Kecamatan Depok dalam mendapatkan pelayanan prima tanpa mengantri atau menunggu lama. Selain itu, warga juga dapat dengan mudah memantau prosesnya melalui aplikasi tersebut.

Sistem Informasi Administrasi Terpadu Kecamatan atau dikenal dengan SIPATEN dapat membantu proses pelayanan khusus masyarakat Depok dalam hal Pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan perizinan, dan pelayanan aduan warga. Selain itu, warga Depok juga dapat memberikan informasi baik itu keluhan, laporan infrastruktur, saran dan masukan untuk kemajuan Kecamataan Depok.

Sementara ‘Kado Untuk Dilan’ yakni berupa layanan pengantaran dokumen yang sudah jadi kepada kelompok lansia dan difabel. Serta kedepannya dapat dimanfaatkan untuk korban bencana. Untuk memanfaatkan layanan tersebut pemohon yang diwakilkan oleh anggota keluarga ataupun melalui yang dikuasa bermohon ke Kecamatan Depok dengan membawa dokumen seperti biasa.

“Misal warga sedang mengajukan ijin mendirikan usaha, dia bisa memantau melalui aplikasi SIPATEN apakah sudah di proses atau belum dan tau jika pengajuan izin sudah selesai,” tanbahnya.

Selain itu, ditambah dengan adanya layanan antar bagi para lansia dan disbailitas tersebut menurut Sri Purnomo tentu lebih mempermudah warga depok karna dokumen yang sudah selesai diantar langsung kerumah pemohon khusus bagi lansia dan disabilitas.

“Dengan adanya SIPATEN dan Layanan Kado untuk Dilan tentu menjadi alternatif bagi masyarakat yang kesulitan mengakses layanan Kecamatan Depok,” katanya dalam rilis kepada KRJOGJA.com.

Ia berharap dengan berbagai kemudahan tersebut dapat mensukseskan GISA (Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan). Sementara ini layanan tersebut hanya ada di Kecamatan Depok. Sri Purnomo berharap daerah lain di Kabupaten Sleman dapat meniru inovasi tersebut.

Sementara itu Camat Depok Abu Bakar mengatakan layanan tersebut guna mendukung visi Misi Bupati Sleman yakni mempermudah layanan masyarakat dengan terwujudnya Smart Regency. “Seluruh pelayanan ini gratis,” katanya.

Lanjutnya, hal tersebut dilatar belakangi potensi jumlah lansia di Kecamatan Depok berumur diatas 60 tahun terdapat 11.784 orang dan penyandang disabilitas 348 orang.

(*)

BERITA REKOMENDASI