Burung Hantu Efektif Kendalikan Hama Tikus

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pengendalian hama tikus di area pertanian tak cukup dengan gropyokan, emposan (diasap) serta diracun saja. Tepi semua harus dilakukan secara terpadu ditambah dengan penempatan rumah burung hantu (rubuha).

“Kebetulan kami pernah studi banding ke Demak tentang pemanfaatan burung hantu untuk tikus. Karena bagus, maka kami terapkan di Sleman. Hingga kini, Kabupaten Sleman punya 1.000 rumah burung hantu,” ungkap Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Nawang Wulan.

Menurutnya burung hantu cukup efektif memangsa hama tikus di area pertanian. Maka tak heran Pemkab Sleman gencar mengembangkan rumah burung hantu.

Tahun ini, sedikitnya ada penambahan 60 unit rubuha yang tersebar di wilayah Sleman. Dengan adanya pengendalian secara terpadu ini disinyalir mampu mengurangi serangan hama tikus sebesar 40 persen.

“Untuk wilayah Sleman barat pengendalian hama tikus sangat sulit. Sebab di sana pola tanamnya padi, padi dan padi. Seharusnya pola tanam ialah padi, padi dan palawija. Jadi bisa memutus mata rantai perkembangbiakan tikus. Jika padi terus otomatis makanan tikus akan selalu tersedia. Maka tak heran jika rubuha banyak ditemui di Sleman Barat,” terangnya.

Dipilihnya burung hantu ini karena jadi salah satu pemangsa tikus dan merupakan agensi hayati yang aman terhadap lingkungan. Jika dengan pestisida dikhawatirkan bakal merusak lahan pertanian. (Adk)

BERITA REKOMENDASI