‘Cah Klitih’ Makin Nekad! Mobil Wisata Dilempar Batu

Editor: KRjogja/Gus

NGAGLIK (KRjogja.com) – Aksi teror lemparan batu yang dilakukan cah klitih makin brutal. Kali ini giliran mobil rombongan wisatawan dilempar kacanya saat melintas di Jalan Palagan Tentara Pelajar Ngaglik, Sleman, Rabu dinihari (18/4). Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu. Namun lemparan batu tersebut membuat kaca mobil wisatawan, Toyota Hiace pecah di bagian depan. Panit Reskrim Polsek Ngaglik Ipda Apfryyadi kepada wartawan kemarin mengatakan, berdasar informasi yang dihimpun, insiden lempar batu itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB.

Awalnya mobil melaju di Jalan Palagan membawa rombongan wisatawan dari arah utara menuju selatan (Kota Yogya). Namun dalam perjalanan, tepatnya di utara Pasar Rejodani, Ngaglik, mobil berpapasan dengan pengendara motor matik. Tanpa diduga, pengendara motor matik yang berjumlah dua orang ini langsung melempar batu dan mengenai kaca bagian depan kanan mobil hingga pecah. Sopir mobil kaget dan langsung menghentikan kendaraannya. Suara keras akibat lemparan batu itu pun membuat wisatawan di dalam mobil itu syok bukan main

Saat itu korban melaju dari arah utara, sedangkan pelaku dari selatan. Saat berpapasan itulah pelaku langsung melempar batu dan mengenai kaca depan mobil,” kata Apfryyadi kepada wartawan. 

Sesaat setelah dilempar batu, korban yang merupakan sopir mobil rental ini menghentikan mobil Toyota Hiace yang dikemudikannya. Saat diperiksa, ternyata kaca bagian depan mobil  sudah  pecah  seukuran kepalan tangan.

“Batu tidak sampai tembus ke dalam. Jika  tembus, pasti ada korban luka,” katanya. Setelah memastikan tidak ada korban, pengemudi mobil melanjutkan perjalanan untuk mengantar tamunya yang sedang berwisata ke Yogya. 

Menurut Apfryyadi, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Ngaglik, dan kini jajarannya tengah melakukan penyelidikan. “Saat ini, hanya keterangan dari korban yang menjadi bekal  utama  untuk  mencari pelaku. Barang bukti batu juga sudah kami amankan,” katanya.

Apfryyadi mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan tahapan sesuai prosedur untuk mengungkap  kasus  ini. Untuk mempercepat penuntasan perkara, jajarannya juga di back-up oleh Satreskrim Polres Sleman. Kasus pelemparan di wilayah Ngaglik Sleman tersebut menambah panjang teror lempar batu di wilayah hukum Polda DIY.  Mayoritas dilakukan pada  malam hari, dan sasaran adalah para pengguna jalan. (MERAPI)

BERITA REKOMENDASI