Calhaj Sleman Pamitan dengan Bupati

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN (KRjogja.com) – Musim haji tahun ini, kondisi cuaca di tanah suci cukup tinggi. Suhu rata rata mencapai 39-44 derajat celcius dengan kelembaban kurang dari 30 persen. Kondisi ini menurut Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sleman Zainal Abidin sangat berbeda dengan Indonesia. Untuk itu seluruh Calhaj diharapkan menjaga kesehatannya selama di tanah suci nanti.

"Saat musim haji nanti bertepatan dengan siklus panas, bahkan suhunya mencapai 44 derajat celcius. Seluruh calhaj disarankan untuk menjaga kesehatan. Kalau perlu membawa obat-obatan, termasuk vitamin," katanya saat pelepasan calhaj dari Kabupaten Sleman, di Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Sleman, Senin (08/08/2016).

Tahun ini Kabupaten Sleman akan memberangkatkan 992 Calhaj. Gelombang pertama terbagi menjadi 6 kloter. Kloter 23 SOC, 24 SOC, 25 SOC, 27 SOC dan 29 SOC. “Mereka rencananya akan diberangkatkan pada 17 – 19 Agustus melalui Embarkasi Donohudan Solo," kata Zainal.

Untuk calhaj tertua atas nama Suparman Hadi Prandjono (84) asal Ngijon, Sendangarum Minggir sedangkan calhaj termuda atas nama Irfan Dwiki Bhaswara (20) yang beralamat di Pogung Lor RT 08 RW 36 Sariharjo Ngaglik. Tahun ini Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk embarkasi Solo sebesar Rp 34,8 juta.

Bupati Sleman Sri Purnomo dalam sambutannya berpesan pada calhaj untuk melaksanakan ibadah haji dengan ikhlas. Menurutnya dengan keikhlasan akan menjadikan semua prosesi ibadah yang terasa berat menjadi terasa ringan.

"Semua calhaj selain menjalankan ibadah juga sebagai duta bangsa. Untuk itu sebagai bangsa yang berbudaya, bermartabat, serta menjunjung tinggi tata krama, para calon jamaah haji dapat menunjukkan sikap luhur tersebut di mata masyarakat dunia," ungkapnya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI