Calon Lurah Milenial Caturtunggal, Ingin Digitalisasi dan Transparansi Anggaran Desa

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kontestasi pemilihan kepala desa Caturtunggal Kecamatan Depok Sleman berjalan dengan dinamika menarik. Lima calon bersaing, beradu visi misi memikat hati dan pikiran 34 ribu lebih warga Caturtunggal.

Calon termuda yakni Muhammad Latif menjadi salah satu yang menarik dalam kontestasi kali ini. Muhammad Latif yang masih berusia 29 tahun menjadi calon termuda di antara empat kontestan lainnya.

Kepada wartawan saat berbincang, Sabtu (28/11/2020) mengatakan keputusan untuk maju dalam kontestasi lurah Caturtunggal berawal dari dorongan para sesepuh di beberapa padukuhan. Menurut dia, Caturtunggal membutuhkan sosok muda yang bisa melakukan perubahan ke arah semakin baik.

“Saya didorong sesepuh, dengan segala daya upaya yang dimampu yasudah maju dengan bismillah. Saya ingin melakukan digitalisasi di Kelurahan Caturtunggal,” ungkapnya.

Meski termuda, namun Latif tidak begitu saja maju tanpa persiapan. Ia mengaku sudah mempelajari anggaran desa dan merancang program digitalisasi pelayanan untuk memudahkan masyarakat.

“Dengan digitalisasi, kami ingin melakukan transparansi anggaran dan administrasi, semua bantuan dan kebutuhan terlihat di website. Bentuk dana untuk padukuhan, misalnya pembangunan jalan ini kita akan kelola secara terbuka. Caturtunggal ingin jadi desa digital, surat-menyurat menggunakan aplikasi, tapi tetap dipertahankam melalui prosedur, persetujuan RT RW melalui platform aplikasi itu,” ungkapnya lagi.

Terkait aplikasi, Latif bahkan sudah mulai mengembangkan Caturtunggal Blasting yakni platform untuk membantu UMKM. Nantinya, setiap produk UMKM di Caturtunggal akan disebarkan atau dipromosikan pada 10 juta nomor ponsel yang sudah ada dalam database.

“Saya juga sudah pelajari, dana kita cukup untuk warga merasakan perubahan, misalnya wifi gratis di tiap padukuhan (20 padukuhan). Tanah kas yang untuk pertanian ya tidak akan disewakan jadi kafe. Ini komitmen mempertahankan pertanian dan kesejahteraan warga,” lanjut dia.

Sementara terkait target suara, Latif meyakini bisa paling tidak meraup 9 ribu suara. Namun, ia tak menutup kemungkinan bisa jauh lebih banyak karena saat ini timnya sedang berupaya mengetuk hati warga yang sebagian menjadi warga perumahan di kawasan Caturtunggal.

“Pada 2015 lalu jumlah golput mencapai 13 ribu, harapannya tahun ini jumlah pemilih bisa lebih banyak. Kini saatnya Caturtunggal berubah lebih sejahtera warganya. Kita punya banyak investor dan kampus, harapannya bisa lebih menyejahterakan warga pada umumnya,” pungkas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI