Calon Mahasiswa Baru Datang ke Yogya Tak Wajib Bawa Hasil Rapid Test

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sejumlah perguruan tinggi akan melaksanakan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Juli mendatang. Agar tidak memberatkan calon mahasiswa baru (maba), mereka tidak diwajibkan membawa hasil uji Rapid Diagnostic Test (RDT). Namun mereka harus mengantongi surat keterangan sehat dari dokter yang memiliki Surat Ijin Praktik (SIP).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan para pimpinan perguruan tinggi. Ada 3 perguruan tinggi yang sudah mengirimkan surat kepada Pemkab Sleman bahwa awal Juli akan mengadakan UTBK. Sehingga calon mahasiswa tetap akan datang ke Sleman.

“Misalnya dari UNY akan hadir sekitar 35.000 orang, UGM sekitar 40.000, UIN juga kurang lebih sekitar 15.000 dan UPN. Mereka meminta ada saran atau bagaimana caranya bisa menyelenggarakan kegiatan tersebut. Calon mahasiswa kan akan datang sebelumnya, ketika pelaksanaan dan setelah pelaksanaan,” terang Joko.

Dari pihak penyelenggara, dalam hal ini Kementerian Pendidikan sudah mempunyai protokol dan sudah dikirim ke Pemkab Sleman. Hal tersebut juga telah dipelajari, bahwa protokol yang diterapkan sudah cukup ketat. Namun Pemkab Sleman masih menambahkan beberapa hal. Seperti tetap mensyaratkan surat keterangan sehat tanpa embel-embel ada bebas Covid19 atau tidak.

“Yang jelas ada surat keterangan sehat dan surat keterangan sehat diringankan hanya dari faskes kesehatan yang dokternya sudah mempunyai SIP. Dengan adanya SIPkita harapkan melakukan pemeriksaan sesuai kode etik dan profesionalismenya. Sehingga hasil pemeriksaan kesehatan bisa dipakai ke Yogyakarta,” beber Joko.

Para calon mahasiswa baru juga bisa melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan yang ada di Yogyakarta. Pemeriksaan kesehatan juga diperbolehkan di klinik milik perguruan tinggi. Kalau calon mahasiswa memiliki gejala sakit, pihak perguruan tinggi yang harus menyarankan agar diperiksa.

Pihak penyelenggara menyiapkan fasilitas untuk memberikan pemeriksaan atau layanan kesehatan. Joko menegaskan, Pemkab Sleman tidak mempersulit calon mahasiswa datang ke Sleman atau ke Yogyakarta dengan mengharuskan membawa hasil rapid test.

“Memang kalau di SE Bupati berkaitan dengan kedatangan calon mahasiswa baru, itu kalau dari daerah PSBB membawa surat keterangan sehat ditambah dengan hasil rapid test. Masalahnya hasil rapid test hanya berlaku 3 hari, sehingga kalau sudah sampai di Sleman, calon mahasiswa baru tes biasa. Kalau menurut SE Bupati, dia (calon mahasiswa) dianggap orang datang dari luar. Sedangkan kalau sudah diterima, ada beberapa persyaratan,” ungkap Joko Hastaryo. (Aha)

BERITA REKOMENDASI