Cegah Genangan Underpass Kentungan, Perbaikan Kelistrikan Pompa Air Dilakukan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY berjanji akan segera melakukan perbaikan sistem elektrik pompa penyedot air di underpass Kentungan. Diketahui panel kelistrikan inilah yang membuat pompa air tak berkerja sehingga menyebabkan genangan air di underpass Kentungan, Sabtu (29/05/2020) lalu. Perbaikan nantinya akan dilakukan oleh PT Istaka Karya selaku kontraktor yang mengerjakan pembangunan jalan bawah tanah tersebut.

Setelah dilakukan evaluasi, Satker PJN DIY menemukan panel listrik untuk menghidupkan empat unit pompa penyedot air di underpass Kentungan dalam keadaan mati. Sehingga alat sensor mesin pompa yang seharusnya secara otomatis bekerja menyedot air saat ada genangan hujan, namun ketika itu sama sekali tidak bekerja.

“Mesin pompa di underpass Kentungan ada empat unit, masing-masing dua di sisi timur dan dua lagi di barat. Begitu ada laporan tim kami segera meluncur ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan ternyata memang panel listrik tidak menyala sehingga pompa penyedot tidak bekerja,” ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker PJN DIY, Julian Situmorang ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/05/2021).

Ia mengungkapkan tim tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB, saat itu ketinggian air mencapai 30 cm. Setelah dilakukan pengecekan dan dihidupkan secara manual, pompa air langsung bekerja dan dalam waktu 20 menit genangan air sudah surut.

Usai kejadian tersebut jajaran Satker PJN DIY segera melakukan rapat bersama PT Istaka Karya untuk melakukan evaluasi. Dari rapat tersebut diputuskan untuk melakukan pemeriksaan bahkan pergantian komponen-komponen yang sudah tak berfungsi dengan baik.

“Pada saat ini paket pekerjaan underpass Kentungan adalah masa pemeliharaan. PT Istaka Karya sebagai kontraktor yang saat dulu mengerjakan mempunyai tanggungjawab dalam pemeliharaan maupun perbaikan,” jelasnya didampingi Asisten Pelaksanan Satker PJN DIY, Wahyu Widyantoro.

Julian Situmorang mengungkapkan final hand over (FHO) atau serah terima akhir pekerjaan dari PT Istaka Karya kepada Satker PJN DIY akan dilakukan bulan Desember tahun ini. Jadi sebelum bulan Desember segala sesuatu yang menyangkut hasil pengerjaan fisik underpass Kentungan, baik pemeliharaan maupun perawatannya masih menjadi tanggungjawan perusahaan tersebut.

“Terkait sanksi, jika mereka tidak melakukan pemeliharaan akan diberikan wanprestasi. Tapi ketika melakukan perbaikan dan pemeliharaan terus menerus maka sanksinya mereka akan mengeluarkan biaya sendiri untuk pemeliharaan,” tegasnya.

Ia menambahkan dalam waktu dekat grill di underpass Kentungan juga akan segera disempurnakan. Pasalnya selama ini banyak warga mengeluhkan saluran air underpass tersebut terlalu dalam dari permukaan aspal sehingga mengganggu pengguna jalan, bahkan tak jarang mengakibatkan kecelakaan.

“Terkait grill, opsi-opsi akan kita kembangkan dengan penanganan permanen. Selama ini penanganan sementara. Berikutnya dalam waktu dekat kita akan memulai action dengan rencana kerja yang sedang disusun,” pungkasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI