Cegah Global Warming, SMAN Turi Panen Hujan dan Produksi Pupuk 

Editor: KRjogja/Gus

BANYAK CARA yang dapat ditempuh untuk menjaga lingkungan sekitar supaya tetap sehat dalam rangka mengatasi perubahan iklim/global warming. Berbagai wujud kepedulian lingkungan secara sederhana dapat diterapkan di lingkungan sekitar seperti rumah atau sekolah. Beberapa program dan gerakan yang tengah digencarkan seperrti mengurangi plastik, reboisasi atau penanaman kembali tanaman di kawasan  tandus bahkan membuat hutan mini, pengolahan sampah dengan reduce, reuse dan recycle

, kini ada  terobosan yang dilakukan di salah satu sekolah yakni SMAN 1 Turi melakukan pengolahan air yang salah satu sumber airnya berasal dari panen air hujan.

Kepada KR , Kepala SMAN 1 Turi, Mujiono, MPd, Jumat (2/7) disela penerimaan Tim Juri Sekolah Adiwiyata Provinsi DIY menuturkan ide pembuatan instalasi pengolahan air di sekolah lantaran keprihatinan warga sekolah akan banyaknya air terbuang sia-sia minim manfaat apalagi saat musim hujan. Selain itu pengalamannya menjabat menjadi kepala sekolah di SMA di Gunungkidul dengan daerah yang sulit air juga menjadi pemikiran bagaimana dapat sekolah melakukan pengolahan air secara mandiri.

“Selain itu seringkali kondisi air yang ada kurang bagus, maka kami adakan instalasi pengolahan air. Memang air yang diolah belum sampai siap minum namun dari air yang berkualitas kurang baik kami olah kembali menjadi air bersih yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum ketika sudah dimasak serta digunakan untuk kebutuhan air di sekolah,” jelasnya.

Instalasi pengolahan air ini juga rutin dilakukan pengecekan oleh Puskesmas Turi dan dari rekomendasi puskesmas air hasil pengolahan merupakan air bersih layak minum asal dimasak terlebih dahulu.

“Air yang diolah rutin dicek oleh puskesmas. Kadar air bakunya tergolong bagus tetapi seyogianya tidak untuk diminum langsung harus direbus lebih dahulu,” tambahnya.

Sementara sekolah juga  melakukan metode panen air hujan untuk dimasukkan ke dalam kolam ikan serta disimpan masuk ke biopori.

Mengenai pembuatan pupuk,imbuh Mujiono sekolah mengelola sampah dengan melakukan pemilahan dan membuat pupuk organik sendiri.

BERITA REKOMENDASI