Cegah Global Warming, SMAN Turi Panen Hujan dan Produksi Pupuk 

Editor: Agus Sigit

“Kami sudah mampu memproduksi pupuk organik sendiri sebentar lagi pupuk organik produksi kami dari sampah setelah dilakukan packaging dapat kita pasarkan di lingkungan sekitar sekolah dan bekerjasama dengan alumni,” jelasnya.

Dengan lahan seluas 1 hektar, 40 persen lahan sekolah dikonsentrasikan untuk menjaga kestabilan lingkungan termasuk greenhouse

untuk pembibitan aneka tanaman buah ,hutan mini dan sebagainya.

Pihaknya berharap sekolahnya mampu mengubah sekolah kering menjadi subur dan berperan dalam memanjangkan eksistensi alam sehingga tercipta Sekolah Adiwiyata. Dalam prakteknya selama pandemi guru dan perwakilan siswa data g bergiliran untuk merawat lingkungan sekolah ditengah KBM daring yang masih berlangsung.

Ketua Tim Verifikasi Lapangan Sekolah Adiwiyata  DIY, Kuncoro menambahkan sekolah Adiwiyata adalah bagaimana membudayakan membudayakan siswa didik mencintai alam.

“Adiwiyata adalah mencegah semakin  meluasnya global warming (perubahan iklim) jadi bukan solusi utama mengatasi perubahan iklim,” tegasnya. (Aje)

 

 

BERITA REKOMENDASI