Cegah Longsor, Underpass Kenthungan Pasang ‘Sheet Pile’

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Hingga kini, progress pembangunan Underpass Kentungan di simpang empat Jalan Kaliurang Depok Sleman sudah mencapai hampir 60 persen. Diharapkan, akhir tahun 2019 sudah selesai dan bisa memperlancar arus lalu lintas di simpat tersebut.

Meski sempat terjadi insiden dua kendaraan terperosok pada 23 Juli 2019 kemarin, pihak pelaksana proyek yakni PPK 1.4 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) DIY terus melanjutkan proyek ini.

Bahkan usai kejadian, yakni Selasa (23/07/2019) malam jalan di sekitar lokasi sudah dibuka dan dapat dilalui arus lalu lintas. Hanya saja, jalurnya menjadi sempit. Jika  sebelumnya bisa untuk dua kendaraan roda empat, sekarang tinggal menyisakan satu lajur bagi mobil dan satu lajur sepeda motor.

"Kami akan selalu mendorong pekerjaan ini agar lebih safety. Terutama bagi pekerja, pengguna jalan, masyarakat dan lingkungan sekitar. Jadi, setiap ada pekerjaan galian tanah maka diperkuat dengan 'sheet pile' atau tiang pancang penahan dinding tanah agar tidak longsor," ungkap PPK 1.4 Satker PJN DIY Syidik Hidayat di kantornya, Jumat (09/08/2019).

Tak hanya itu saja, unsur keselamatan yang lain juga diterapkan. Yakni mengganti pagar beton dengan bahan terbuat dari plastik agar lebih ringan. Disamping itu, jarak pagar plastik pembatas dengan sisi terluar tanah jauhnya sekitar tiga meter.

Untuk 'sheet pile' sendiri dipasang pada titik yang sedang digali untuk pembuatan dinding penahan tanah (dicor beton). "Jadi, teknisnya sheet pile dipasang untuk menahan bibir tanah terluar. Jika pengecoran selesai ya sheet pile dilepas dan dipasang pada titik galian selanjutnya," imbuhnya.

Perlu diketahui, underpass Kentungan memiliki panjang 540 meter dengan panjang area tertutup (lorong) sejauh 180 meter. Untuk penanganan proyek ini totalnya 900 meter. Underpass memiliki ketinggian 5,2 meter dengan lebar 15,7 meter dan bisa untuk empat lajur kendaraan.

"Karenanya, kami tetap mengimbau kendaraan berat yakni truk/bus tetap dilarang melintasi simpang empat Kentungan. Kendaraan yang boleh melintas hanya mobil dan sepeda motor saja. Harapannya ya sebisa mungkin pengguna jalan menghindari simpang empat Kentungan," jelas Syidik. (Adk)

 

 

BERITA REKOMENDASI