Cegah Politik Uang, Pemdes Sardonoharjo Akan Undang Caleg

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Sardonoharjo Kecamatan Ngaglik berencana mengundang calon legislatif (caleg) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Ngaglik. Hal ini sebagai upaya guna mencegah terjadinya politik uang, menjelang pelaksanaan Pemilu 2019.

 

Rencana itu sebagai bentuk nyata dari inisiasi Desa Sardonoharjo Ngaglik menjadi desa Anti Politik Uang (APU). Langkah lain, Pemdes juga akan mengirimkan surat edaran melalui tokoh masyarakat, tokoh agama hingga karang taruna terkait upaya pencegahan politik uang.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa (Kades) Sardonoharjo Ngaglik Herjuno Wiwoho usai rakor pencanangan Desa Sardonoharjo menjadi sebagai desa APU di balai desa setempat, Kamis (4/10). Hadir dalam rakor ketua dan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman, Panwascam, tokoh masyarakat, tokoh agama dan karang taruna.

Herjuno mengaku berterimakasih kepada Bawaslu atas inisiasi ini. Pasalnya, politik uang seakan sudah menjadi budaya yang sudah ada selama ini. Ditambah baik parpol maupun anggota dewan juga terkesan tidak berpihak kepada rakyat. Terutama dalam proses penyusunan kebijakan publik.

"Dalam politik, hal ini sebagai sudah menjadi budaya. Kami berupaya agar masyarakat Desa Sardonoharjo tidak terlibat dalam transaksional ini," ungkapnya.

Senada diungkapkan Ketua Bawaslu Sleman Karim Mustofa. Menurutnya, politik uang itu merupakan penyakit. Pasalnya, sebagian masyarakat cenderung menunggu karena hanya lima tahun sekali. Bahkan ada daerah yang secara terang-terangan menerima politik uang dengan pemasangan spanduk menuju wilayah tersebut.

"Kami berharap inisiasi ini juga ada langkah nyata. Dimana masyarakat juga dilibatkan dan diberikan pendidikan politik. Terutama pengetahuan jika menerima uang, sama saja sudah mencederai proses demokrasi," tegasnya. (Awh)

 

 

BERITA REKOMENDASI