Cerita Arie Sandy, Skuad Juara PSS Kini Bingung Sembuhkan Cidera Lututnya

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Nama Arie Sandy tentu tidak asing bagi penggemar PSS Sleman, karena ia menjadi salah satu skuad juara tahun 2018 silam. Arie menjadi andalan di lini tengah bahkan jadi solusi pelatih Seto Nurdiyantoro ketika bek-bek PSS sedang bermasalah.

Sepanjang putaran pertama dan kedua, Arie selalu menjadi andalan saat itu. Menyandang pemain muda, nyatanya perannya sentral di skuad PSS, karena bisa dimainkan di beberapa posisi dengan sama baiknya.

Namun, nama Arie meredup setelah mengalami cidera lutut di PSS, ketika menjalani persiapan menuju babak delapan besar Liga 2, 2018 lalu. Arie mengalami robek ACL lutut yang didapat saat berlatih, dan akhirnya menepi hingga cukup lama.

Kepada KRJOGJA.com, Arie menceritakan saat ia mengalami salah tumpuan dan muncul masalah pada lututnya. Ketika itu disebutkannya, PSS sempat memeriksakan dan mengecek MRI hingga ditemukan robekan pada ligamen ACL.

“Pas itu lagi persiapan buat 8 besar dan setelah kompetisi selesai, saya pulang ke kampung untuk pemulihan. Tahun 2019 kembali lagi ke Sleman , pemulihan terus brlanjut. Hanya saja tidak ada tindakan buat operasi dan ga betul-betul pernah sembuh 100 persen, pergerakan memang sangat terbatas untuk kembali bermain,” ungkap Arie, Rabu (12/01/2022).

Musim berikutnya, tahun 2019 saat PSS untuk kali pertama bermain di Liga 1, Arie Sandy masih dipertahankan dengan harapan cidera yang dialami sudah sembuh. Namun, di jeda putaran kedua, PSS memutus kontraknya karena ternyata ia belum bisa bermain karena lutut yang masih bermasalah.

“Putaran kedua Liga 1 2019 , saya dicoret sama manajemen setelah itu pulang kampung pemulihan sendiri. Ya, sampai sekarang ternyata cidera belum benar-benar sembuh. Kalau lagi main bola, gerakan-gerakan tertentu lututnya kembali sakit sampai bunyi dan bengkak lagi. Makannya setelah mikir-mikir kalau kayak gini terus ga akan bisa buat main bola normal lagi,” sambungnya.

Tawaran bermain untuk Arie sebenarnya masih berdatangan sejak 2019 lalu, namun selalu ditolak karena kekhawatiran di hati. Arie yang dikenal lugas dan taktis dalam bermain, khawatir jika ia menerima tawaran, hanya akan membuat klub kecewa karena cideranya belum sembuh maksimal.

“Setelah 2019 itu , bahkan sampai tahun kemarin kompetisi mau mulai, masih ada beberapa tawaran dari tim, cuman saya takut buat ngambil karena memang belum sembuh total, takut mengecewakan,” lanjutnya tersenyum.

Tidak bisa bermain karena cidera, berarti tidak ada pemasukan bagi Arie. Pemuda 24 tahun ini pun kini mulai berupaya mengambil tindakan operasi dengan memanfaatkan BPJS yang dahulu pernah didapatkan saat masih di PSS, karena biaya operasi yang cukup mahal.

“Ini saya rencana ambil tindakan operasi, mau pake BPJS juga karena mungkin biaya untuk operasi lutut mahal. Ini saya masih bingung, bagaimana caranya, bisa apa tidak dan di mana yang bisa,” pungkas pemuda asal Makassar ini. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI