Cerita Gus Miftah, Hampir Selalu Mualafkan Orang Saat Pengajian

SLEMAN, KRJOGJA.com – KH Miftah Maulana Habiburrohman atau yang akrab disapa Gus Miftah terus terpancar kharismanya. Ini bisa dirasakan ketika setiap pengajian yang digelarnya berjubel jemaah dari berbagai daerah. 

Baca Juga: Racun Positif Itu dari Gus Miftah

Tak hanya itu, hampir juga tiap kali pengajian Gus Miftah, ada orang yang minta dimualafkan. Seperti saat pengajian di pondok asuhan Gus Miftah, Pondok Pesantren Ora Aji, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Sabtu (24/08/19) malam.

Ada lima orang yang minta dituntun Gus Miftah mengucapkan dua kalimat syahadat. Prosesi itu berlangsung di depan ribuan jemaah pengajian yang hadir. 

"Ada lima orang yang dimualafkan malam, satu dari Medan, satu dari Lampung dan ada satu keluarga dari Yogyakarta ibu dan 2 anak," kata Gus Miftah saat dikonfirmasi wartawan. Minggu (25/08/19).

Menurutnya, Gus Miftah tidak pernah memaksakan siapapun untuk masuk islam. Sejak dirinya mengislamkan mantan pesulap Deddy Corbuziar pada Jum'at 21 Juli 2019 di pondok pesantren Ora Aji, Kalasan, Sleman, DIY. Gus menyebut banyak orang yang tertarik masuk islam.

"Bukti bahwa Islam yang ramah dan menyenangkan itu menjadi daya tarik orang masuk Islam, karena itulah alasan mereka masuk Islam," ungkap Gus Miftah.

Gus Miftah memanjatkan doa kepada para mualaf, agar istiqomah dengan agama baru mereka. Tak hanya itu, Gus Miftah juga memberikan hadiah berupa sarung dan mukena.

"Orang yang paling suci disini (saat pengajian) adalah anda (para mualaf) seperti bayi meneh. (Seperti bayi lagi). Ada hadiah berupa sarung dan mukena buat yang mualaf," ucapnya semalam.

Baca Juga: Sebelum Wafat Mbah Moen Titip Pesan Gus Miftah, Ini Isinya

Pantauan KRJOGJA.com, dalam pengajian semalam Gus Miftah mengajak jemaah menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Seperti pengajian Gus Miftah pada umumnya, suasana berlangsung cair dan diselingi humor khas Gus Miftah yang memancing gelak tawa jemaah.

Pengajian yang berlangsung sampai jam 23.00 WIB juga dihadiri Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) Helmy Faishal. (Ive)

BERITA REKOMENDASI