‘Computational Thinking’ Bantu Maksimalkan Pembelajaran Jarak Jauh

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kompetensi dan kualitas guru menjadi tolok ukur pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19. Semangat belajar siswa merupakan salah satu indikator seberapa tinggi guru memiliki kemampuan dalam membuat inovasi belajar. Guru yang dapat memanfaatkan perangkat seperti laptop dan gadget dengan baik akan mampu memaksimalkan pembelajaran. Tentunya dengan memiliki bekal kemampuan dalam mengoperasikan perangkat lunak.

“Computational Thinking sebagai cara cerdas yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran untuk mengurai dan menyelesaiakan permasalahan. Hal tersebut menjadi sangat penting dilakukan selama pandemi Covid-19,” ujar Fitri Nur Mahmudah MPd, Ketua Tim Progrqm Pengabdian kepada Masyarakat, prodi Magister Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Selasa (24/11/2020).

Menurut Fitri Nur Mahmudah, cara berfikir komputasi ini merupakan hal yang harus dimiliki oleh para siswa, apalagi anak-anak PAUD dan TK. Golden age anak-anak yang tepat untuk diajarkan bagaimana cara memecahkan masalah dengan tidak mengabaikan kurikulum PAUD yaitu melibatkan kompetensi inti spiritual, sosial, keterampilan, dan pengetahuan. “Anak-anak PAUD dan TK menjadi generasi emas 2045 yang siap bersaing secara global,” ucapnya.

Dijelaskan, teknik berpikir Computional Thinking sebagai sebuah pendekatan sangat penting dikuasai para anak-anak PAUD dan TK untuk membantu mereka menstrukturisasi penyelesaian masalah yang rumit. Kecakapan complex problem solving dan berpikir kritis ini merupakan dua keahlian terpenting yang diperlukan pada masa mendatang. Guru perlu redesign pembelajaran yang hanya berpacu pada penyelesaian tugas berbasis kertas, misal menggambar dan mewarnai. Anak-anak PAUD dan TK cenderung akan bosan mengikuti pembelajaran jarak jauh.

UAD

BERITA REKOMENDASI