Corona Belum Reda, Pramuwisata DIY Kian ‘Merana’

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kurang lebih sudah satu bulan sejak pemerintah meminta data-data para anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DIY, namun hingga kini, nasib mereka belum jelas.

Padahal, tempat wisata ditutup dan sebagian besar agenda wisata di DIY telah dibatalkan. Otomatis, anggota HPI DIY tak memiliki pemasukan lagi.

“Sudah sejak bulan Februari ini kami tidak ada agenda memandu, karena tidak ada tur, wisata dan tentu mengikuti himbauan pemerintah,” ungkap Ketua HPI DIY, Imam Widodo kepada KRjogja.com, Senin (20/4/2020).

Ia menceritakan, tak mudah bagi para anggotanya untuk tetap bertahan di masa pandemi. Sebab, kebutuhan hidup tetap harus jalan, tetapi tiada pemasukan yang bisa dipegang.

“Anggota HPI DIY ada 405 dan semuanya sudah berkeluarga. Kalau tidak ada pemasukan seperti ini, susah juga. Anak-anak yang sekolah daring kan juga butuh kuota agar bisa mengikuti pelajaran. Sekarang, kami berupaya bertahan dengan tabungan,” tambahnya.

Bahkan, HPI DIY sendiri harus mengeluarkan uang kas untuk kebutuhan sembako yang sekiranya bisa bertahan hingga satu bulan ke depan.

BERITA REKOMENDASI