Dapat Kinang di Labuhan Merapi, Mar Ingin Rezekinya Lancar

SLEMAN, KRJOGJA.com – Upacara adat Labuhan Merapi untuk memperingati 30 Tahun Masehi Sultan Hamengku Buwono X Bertahta atau Tingalan Jumenengan Dalem dilaksanakan, Minggu (7/4/2019). Berangkat dari Petilasan Hargo Ndalem Kinahrejo Cangkringan Sleman pukul 06.40 WIB, Labuhan Alit Merapi tahun ini lebih ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya. Padahal status Gunung Merapi masih Waspada. 

Masyarakat tetap antusias mengikuti prosesi yang rutin digelar setiap tahun tersebut, untuk ngalap berkah sekaligus memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan berkah, keselamatan dan kesehatan.

Baca Juga: Tingalan Jumenengan Dalem, Kraton Yogyakarta Gelar Serangkaian Kegiatan

Seperti penuturan salah satu warga Bantul, Ny Mar (50) yang sudah enam kali berturut-turut mengikuti Labuhan Merapi. Baginya, ritual adat ini menjadi sarana untuk mencari berkah dan keselamatan. "Saya juga ingin dilancarkan dalam mencari rezeki," ujarnya seraya mengaku mendapatkan kinang saat ngalap berkah dan akan diberikan neneknya.

Lain halnya dengan warga setempat, Supriyatun yang bersama Sugesti, putrinya menjadi petugas pembawa ubarampe buat sesaji di Pos 5 Srimanganti. Menurut Sugesti, tugas ini sudah ia laksanakan untuk yang ketiga kalinya. Ia merasa senang karena sudah terbiasa diajak ikut Labuhan Merapi oleh ibunya meski tak memakai alas kaki. "Ini menjadi bagian dari nguri-uri kabudayan," tandasnya. 

Juru Kunci Gunung Merapi Mas Kliwon Surakso Hargo atau Pak Asih menyatakan, masyarakat yang mengikuti prosesi Labuhan Merapi ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, sekitar 25 persen. Sedangkan prosesinya sama dengan Labuhan Merapi sebelumnya. Hanya saja ini merupakan Labuhan Alit. 

"Saya berharap, dengan Peringatan Jumenengan Dalem ini Ngarsa Dalem Sri Sultan HB X bisa lebih mengayomi masyarakat. Di sisi lain, masyarakat tidak menghilangkan adat istiadat atau budaya Kraton. Saya juga ingin masyarakat peduli dan menjaga alam. Terlebih bagi warga sekitar karena Merapi menjadi sumber kehidupan," harap Pak Asih. 

Baca Juga: Kraton Yogyakarta Gelar Sugengan

Terkait pengamanan, Koordinator Keselamatan dan Medis Labuhan Merapi 2019 Yoga Laksmana Jati menuturkan, ada penambahan personel di tiap pos. "Total ada lima pos. Jalur yang agak licin di tanjakan juga sudah kami pasang tali agar masyarakat mudah menjangkaunya," katanya.(Adk)

BERITA REKOMENDASI