Dapat Uang Saku, Mahasiswa dan ASN Diminta Ikut Bela Negara

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kementrian Pertahanan RI menghidupkan semangat bela negara menghadapi ancaman di era revolusi industri 4.0. Mahasiswa dan Aparatur Sipil Negara (ASN) bakal mengikuti program ‘wajib militer’ sebagai komponen cadangan yang menurut rencana dimulai 2020 mendatang. 

Hal tersebut disampaikan Sekjen Kementrian Pertahanan, Laksdya TNI Agus Setidjadi saat berbicara di hadapan ratusan mahasiswa dan resimen mahasiswa universitas DIY di Grha Instiper Maguwoharjo Sleman, Sabtu (07/12/2019). Agus mengungkap di era saat ini ancaman begitu beragam tak hanya yang berbau militer saja namun juga non militer. 

“Perang proxy sangat bisa terjadi, ini tak perlu gunakan senjata untuk memecah belah hanya perlu permainan pembentukan opini atau perang psikologi menghancurkan sendi kehidupan bangsa. Saya berharap generasi muda bisa memahami dan mempelopori menjaga wilayah nasional kita terutama dari ancaman yang semakin beragam,” ungkapnya. 

Kementrian Pertahanan menurut Agus pun bersiap menggelar kegiatan bela negara bagi mahasiswa dan ASN yang dimulai tahun 2020 mendatang. Mereka akan ditempa sebagai komponen cadangan yang akan menjadi agen penyebar cinta tanah air dan bela negara pada masyarakat di sekitarnya sesuai Undang-Undang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN). 

“Mahasiswa dan ASN ini yang jadi komponen cadangan. Dalam satu tahun kami harapkan bisa ratusan ribu yang kita didik bersama, kita bentuk generasi muda yang tidak militerisme. Setelah bela negara pendidikan tiga bulan di berbagai bidang mereka akan kembali ke profesi semula, namun sewaktu-waktu akan disegarkan kembali. Ya dari topi, baju sampai sepatu dan uang saku akan didapat, minimal cukup lumayan lah jumlahnya. Kewajiban negara untuk membiayai ini,” imbuhnya diiringi tepuk tangan meriah mahasiswa. 

Pada 2035 mendatang, Indonesia menurut Agus diprediksi menjadi negara kuat dengan bonus demografi yang akan meningkatkan perekonomian bangsa. Kondisi tersebut membuat banyak pihak yang tak suka dengan Indonesia berupaya terus menggagalkan hal ini terwujud. 

“Di sini kita butuh penguatan kekuatan, kita harus siap dengan segala upaya. Pasalnya konsep memecah belah dari dalam terus dilakukan dan kita harus siap. Siapa pelopornya, ya generasi muda kita ini,” pungkas dia. 

Sementara Rektor Instiper Yogyakarta Dr Ir Harsawardana menambahkan bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI atau Polri. Instiper menurut dia siap menjadi salah satu garda pendukung bela negara yang menjadi kewajiban seluruh WargaNegara Indonesia 

“Setiap warga negara dapat mengambil perannya masing-masing sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. Bela negara bisa lewat berbagai cara dan Instiper siap memaksimalkan potensi yang ada,” ungkap Harsawardana. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI