Dapatkan Hidayah Saat di Penjara, Tersangka Kasus Penipuan Jadi Mualaf

Editor: KRjogja/Gus

HIDAYAH bisa datang kapan saja dan dimana saja. Seperti dialami FH, pemuda 26 tahun asal Bandung, Jawa Barat, yang kini menjalani harinya sebagai tahanan di sel tahanan Polres Sleman. Di hari kedua Bulan Ramadhan, ia mantap menjadi seorang mualaf.

Bacaan Syahadat pun lancar diucapkan oleh FH, dibimbing Ustadz Muhammad Aris dari KUA Kecamatan Sleman di Masjid Istiqomah Polres Sleman, Rabu (14/4) siang. “Saya ingin mengubur masa lalu hidup saya yang kelam, ingin memulai semuanya dari nol. Bulan Ramadhan ini benar-benar menjadi titik balik kehidupan saya,” ucap tersangka FH.

Menurut FH, dua bulan berada di dalam penjara karena terjerat kasus penipuan, menjadi pelajaran yang sangat berharga baginya. Di dalam penjara, ia mendapatkan pencerahan dari sesama tahanan, akan arti kehidupan di dunia dan akhirat kelak. Di penjara pula, ia mulai belajar mengaji dan memahami apa itu Islam. Mempunyai keluarga yang broken home, FH mengatakan, sejak kecil tidak tinggal dengan ayahnya. Ia pun pernah marah saat ibunya yang merupakan seorang muslim, memintanya untuk mengikuti agama yang dianut sang ibu.

“Namun di penjara saya mendapatkan pencerahan dan hati saya terbuka dan mantap untuk memeluk Islam,” ujar FH.

Kasat Tahti Polres Sleman Iptu Suhardi mengatakan, FH berada di tahanan Polres Sleman sejak bulan lalu dan merupakan titipan dari Polsek Depok Barat. “Sekitar seminggu lalu, FH mengutarakan niatnya untuk masuk Islam, kemudian setelah berkoordinasi dengan pimpinan, kami fasilitasi. Prosesi masuk Islam dilakukan di Masjid disaksikan beberapa anggota Polres. Karena ia masih berstatus tahanan, selama prosesi juga mendapatkan penjagaan,” pungkas Suhardi, didampingi Takmir Masjid Istiqomah Polres Sleman, Aiptu Wahyono. (Ayu)

 

BERITA REKOMENDASI