Dari Aceh Belajar Mengelola Desa Wisata di Brayut

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak 28 Keuchik atau kepala desa yang tergabung dalam Ikatan Keuchik Kecamatan Samadua (IKS) Kabupaten Aceh Selatan Aceh mengunjungi Desa Wisata Brayut Desa Pandowoharjo Sleman, Rabu (10/1/2018). Bersama Camat Samadua, mereka belajar tentang pengelolaan desa wisata.

Ketua IKS Aceh Selatan Afrizal mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari pelatihan peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan kampung di bidang manajemen. Yogyakarta sengaja dipilih karena memiliki kesamaan, yakni sebagai daerah istimewa.

"Di sektor kelautan, perdagangan dan pertanian itu antara Aceh dengan Yogyakarta memiliki kesamaan. Karena kami juga belajar tentang BUMDes, maka yang dituju Desa Wisata Brayut," katanya.

Menurut mereka management BUMDes di Brayut itu sudah diakui secara nasional. Untuk itu diawali dari Kecamatan Samadua, mereka sengaja datang untuk belajar. Dengan harapan dalam beberapa bulan kedepan akan diikuti daerah lain.

Hasil dari pelatihan di Brayut akan diteruskan ke pemerintah setempat. Dan tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan di Aceh. Karena Yogyakarta itu sangat kreatif dalam sumber daya alam dan manusia yang dimiliki.

"Potensi di Aceh juga besar. Karena dalam satu desa itu jumlah penduduknya paling banyak 500 orang. Sedangkan tanahnya luas. Bahkan ada lahan tidur yang ternyata di Sleman itu bisa dikembangkan di sektor pariwisata," kata Humas IKS M Yasin Fajri.

Selain belajar tentang manajemen, rombongan dari Aceh ini juga diajak cara membuat Legondo makanan khas dari Brayut. Termasuk makan siang dengan cara kenduri yang penuh dengan makna filosofi.

"Hal terpenting dalam mengelola desa wisata adalah merubah pola pikir masyarakat itu sendiri. Karena paradigma wisata itu identik dengan objek. Seperti pantai, gunung dan sebagainya. Sekarang diubah. Rumah yang jadul ternyata kalau dikemas secara unik ternyata nilainya mahal," kata Ketua Desa Wisata Brayut Aloysius Sudarmaji.(Awh)

 

BERITA REKOMENDASI