Daripada Turing, Komunitas Motor Sengkuni Pilih Bagi-bagi Takjil

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sengkuni, komunitas motor ini sudah eksis sejak 10 tahun silam di Yogyakarta. Anggotanya berasal dari berbagai kalangan, dengan bermacam merk motor dan beragam kekuatan silinder mesin.

Menarik, pada momen bulan Ramadhan ini, Sengkuni memilih membatasi aktivitas turing, berkendara yang menjadi kesukaan anggotanya. Mereka memilih untuk berbagi, ratusan takjil setiap hari, untuk masyarakat membutuhkan yang melintas di Jalan Palagan, tempat markasnya berada.

Denizar Rahman, salah satu pegiat Sengkuni mengungkap, setiap hari ratusan takjil dibagikan pada siapapun yang membutuhkan. Pekerja di kawasan Palagan, pengemudi ojek online yang melintas saat mencari pelanggan, atau siapapun yang ingin membatalkan puasa, diberikan beraneka takjil hasil iuran para anggota.

“Kami memang berkomitmen untuk bisa bermanfaat untuk sesama. Di usia 10 tahun ini kami buat markas yang akhirnya diberinama Gandara Coffee, dan dari sini setiap menjelanh berbuka, kami berbagi ratusan takjil untuk sesama. Kami mengurangi aktivitas turing, dan fokus berbagi,” ungkapnya ketika ditemui, Minggu (02/05/2021) petang.

Tidak sendirian, Sengkuni berkolaborasi bersama lintas komunitas dalam aksi berbagi ini. Mereka menggandeng berbagai elemen yang memiliki keinginan serupa, untuk berbagi kebahagiaan pada sesama di momentum Bulan Ramadhan ini.

“Kami di Sengkuni ini sebenarnya berasal dari berbagai komunitas juga, ada yang Harley Davidson, Triumph, Vespa dan banyak yang lainnya. Kami tidak ingin ada jarak yang justru memisahkan, namun justru sebaliknya, perbedaan memunculkan kolaborasi di berbagai hal, dan ini yang terjadi selama 10 tahun Sengkuni,” lanjut dia.

Bayu Aji, salah satu pegiat Sengkuni lainnya menambahkan, sesekali mereka melakukan turing jarak dekat untuk menyalurkan hasrat bermotor. Namun, mereka akan mencari kuliner warga di berbagai tempat yang terdampak pandemi, dan membantu membeli untuk membangkitkan ekonomi.

“Kami turing sekarang ini biasanya dekat, tidak yang jauh-jauh begitu. Nanti berhenti makan di kuliner pinggir jalan, tempat warga yang terdampak pandemi. Harapannya dari situ kami bisa bantu mereka, ya membeli ya mengenalkan juga kulinernya,” sambung dia.

Sementara dalam berbagi, Minggu (2/5/2021) kemarin, Sengkuni berkolaborasi dengan komunitas Brompton Yogyakarta. Para pesepeda ini berangkat dari titik 0 kilometer mengayuh menuju utara dan berbagi takjil.

Para pesepeda merasa begitu tertarik untuk berbagi dengan sesama, dan bersemangat mengayuh sepeda menuju utara di Jalan Palagan. “Kami antusias, tidak hanya buka bersama tapi berbagi takjil dengan sesama. Sehat iya sepedaan, berbagi berkah juga, semoga langkah kami yang diinisiasi Sengkuni ini bisa bermanfaat,” ungkap Upik Sofie, salah satu perwakilan Brompton Yogyakarta. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI