DAU Sleman Rp 73,46 M Ditunda

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN (KRjogja.com) – Dana Alokasi Umum (DAU) di Kabupaten Sleman sebesar Rp 73,46 miliar ditunda hingga Desember 2016 atau rata-rata setiap bulan ditunda Rp 18,365 miliar. Untuk menutupi penundaan anggaran tersebut, eksekutif dan legislatif akan melakukan pemangkasan anggaran kegiatan. Kemudian anggaran tersebut akan diutamakan untuk gaji pegawai.

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Dra Rini Murti Lestari AKt MM menjelaskan, DAU ini diprioritaskan untuk gaji pegawai. Sementara ada kebijakan dari pemerintah pusat, ada penundaan DAU mulai September hingga Desember 2016. Efek penundaan itu, beberapa anggaran kegiatan akan dikurangi.

"Penundaan ini sebesar Rp 73,46 miliar atau rata-rata setiap bulannya ditunda Rp 18,365 miliar. Kami tidak mungkin akan menunda gaji atau memotong gaji. Terpaksa beberapa kegiatan akan kami potong atau dihilangkan, " kata Rini, usai rapat penundaan DAU dengan DPRD Sleman, Rabu (31/08/2016).

Beberapa anggaran yang akan dikurangi atau dihilangkan antara lain lelang yang tidak diselesaikan tahun 2016, gagal lelang, lelang fisik yang tidak ada penawaran masuk. Selain itu juga pengadaan tanah yang pemiliknya belum jelas, pengadaan mobil dinas bagi pejabat eselon III, studi  banding, bimbingan teknis dan lainnya.

"Kegiatan yang bukan skala prioritas akan kami tunda. Kemudian dapat diajukan lagi tahun depan. Pengurangan anggaran ini tidak hanya di eksekutif saja, namun juga legislatif. Nanti akan dibahas bersama,  mana saja anggaran yang ditunda, " terangnya.

Sedangkan Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta mengaku, pengurangan anggaran di dewan akan dibahas dengan badan anggaran DPRD Sleman. Beberapa anggaran yang belum dikerjakan seperti kunjungan kerja dan kegiatan dewan maupun sekretariat akan dihilangkan.

"Target kami, penundaan anggaran di dewan dan sekretariat sekitar Rp 1 miliar hingga 1,5 miliar. Sekarang ini sedang kami bahas dengan banggar dewan. Setelah itu akan kami bahas tim anggaran daerah," kata Haris.

Menurut Haris, anggaran untuk DPRD dan kesekretariatan dalam tahun ini sekitar Rp 13 an miliar. Sampai bulan Agustus kemarin, penyerapan anggaran baru sekitar Rp 7,1 miliar sehingga masih ada sisa anggaran sekitar Rp  6 miliar. Pihaknya memprediksi hingga akhir tahun tidak dapat terserap semua.

"Prediksi kami, akhir tahun nanti masih ada sisa anggaran sekitar Rp 3 miliar. Belum lagi masih ada pengurangan anggaran untuk menutup penundaan DAU ini, " pungkasnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI