Deklarasi Anti Gank, Tangkal Radikalisme di Sekolah

SLEMAN, KRJOGJA.com – Radikalisme yang terjadi belakangan ini sudah sangat memprihatinkan sehingga perlu upaya penanganan. Bertempat di Sekolah SMAN 1 Sleman, Danramil 05/Sleman Kapten Inf Kamdiyo memberikan Wawasan menangkal radikalisme dalam 'Deklarasi Anti Gank'. 

"Situasi dan Kondisi Sosial dihadapi saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Terutama generasi penerus bangsa yang nantinya sebagai pewaris di Negeri ini. Budaya yang sesuai dengan adat ketimuran lambat laun mulai terkikis karena terbawa arus globalisasi. Belum lagi pihak asing yang berusaha menguasai Negri kita dengan berbagai cara untuk merusak generasi muda, baik dengan budaya asing dan narkoba," kata Kapten Kamdiyo saat deklarasi yang dihadiri guru,Dinas Pendidikan, BNN Kab Sleman, Muspika Kecamatan Sleman, dan Perangkat Desa Caturharjo Sleman.

Karena itu, Kapten Inf Kamdiyo mengajak seluruh peserta deklarasi untuk berpikir global, bertindak lokal, maju berpikir dan bertindak sesuai dengan aturan serta tata tertib. Baik yang berlaku di lingkungan pelajar ataupun di kehidupan Sosial kemasyarakatan. 

"Fenomena lain yang sangat tidak nyaman dengan banyaknya aksi kekerasan dan tawuran antar Pelajar. Benar benar menjadi keprihatinan semua pihak. Stop segala bentuk Kekerasan, Tawuran antar pelajar, dan Narkoba," ungkapnya sebagaimana keterangan pers, Rabu (06/06/2018).

Danramil menambahkan Deklarasi Anti Gank yang mengambil tema Sekolah Aman dan Ramah Anak Sebagai Sarana menuju Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, semua bersepakat untuk menangkal semua aksi aksi kekerasan yang jelas akan merugikan diri sendiri, orang tua, lingkungan sekolah, Bangsa dan Negara.

"Kami berharap para Pelajar akan lebih siap dan matang dalam menghadapi tantangan hidup dan berharap Ketahanan Bangsa yang menjadi dambaan setiap warga negara akan tetap  dapat dipertahankan melalui pelajar/generasi yang berkualitas dan demi suksesnya masa depan," tegasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI