Desa di Pakem Ramai-ramai Lockdown Mandiri

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Lini masa sosial media Twitter sejak Kamis (26/03/2020) malam diramaikan dengan keputusan lockdown mandiri desa-desa di kawasan Sleman. Warga menutup jalan lalu menyematkan tulisan-tulisan bentuk kewaspadaan pada Virus Corona (Covid-19) yang tak bisa dianggap remeh.

Hal ini cukup beralasan, pasalnya kasus Covid-19 di DIY mengalami peningkatan hingga saat ini. Terlebih, kini warga DIY yang sebelumnya merantau ke berbagai daerah termasuk zona merah Covid-19 diketahui mulai berdatangan setelah setelah beberapa instansi maupun perusahaan memberlakukan work from home alias bekerja dari rumah.

Salah satu yang tertangkap kamera warganet yakni di RT 03 Jalan Bulus Tempel Desa Candibinangun Kecamatan Pakem. Warga menutup akses jalan masuk atau keluar desa dengan pagar bambu serta menuliskan spanduk Lockdown dengan kata-kata ‘Rasah Ngeyel, Urusane Nyowo Bung’.

Terkait spanduk dan penutupan jalan, Kepala Kecamatan Pakem Suyanto menilai hal tersebut tak sepenuhnya keliru. Peribahasa Jawa menurutnya yakni ‘bener mung ora pener’ (benar tetapi tidak tepat).

“Kalau terkait spanduk-spanduk itu murni inisiatif warga, maksudnya mungkin bener sebagai upaya protektif tapi mungkin kurang tepat. Kami memaklumi itu, karena tidak salah juga. Namun dengan adanya surat edaran dan tugas hingga tingkat bawah sudah jelas maka harapannya bisa dilepas, harapannya warga menyikapi dengan sewajarnya saja,” terangnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI