Desa di Sleman Timur Belajar Inovasi Manfaatkan Dana Desa

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Desa-desa di kluster Sleman Timur meliputi Kecamatan Pakem, Cangkringan, Ngemplak, Kalasan, Berbah dan Prambanan menggelar bursa inovasi desa 2018 di Balai Pemerintahan Masyarakat Desa Kemendagri Kalasan Senin (1/7/2019). Aparatur pemerintahan desa dan masyarakat belajar bersama berinovasi memanfaatkan dana desa untuk berbagai bidang.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMD Kabupaten Sleman, Sofwan Nugroho, SH kepada KRjogja.com mengungkap bursa tersebut adalah pameran kegiatan inovatif yang terkait dengan pembangunan desa. Program yang dipamerkan berasal dari desa seluruh Indonesia yang dinilai sukses dan menarik diterapkan di desa lainnya.

“Menu bursa terdiri dari 38 program inovatif yang terbagi dalam 3 bidang, infrastruktur, kewirausahaan, dan sumber daya manusia. Harapannya, desa-desa khususnya di Sleman Timur bisa mendapat banyak inspirasi untuk mengelola dana desa secara lebih maksimal demi kemajuan desa,” ungkapnya ketika berbincang Rabu (3/7/2019).

Dari sekian banyak menu bursa yang dipamerkan, program “Kampung Wisata Edukasi” dari desa Sendangsari Pengasih Kulon Progo menjadi program inovatif bidang kewirausahaan paling favorit menurut para peserta. “Pompa Air Tanpa Listrik” dari Bintan Kep. Riau menjadi inovasi terfavorit bidang infrastruktur, sedangkan Program “Desa Siaga Sosial” dari Ngestiharjo Wates Kulon Progo menjadi inovasi paling favorit bidang Pengembangan SDM.   

Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat (BERMAS) Setda DIY dr. Etty Kumolowati, M.Kes turut menyampaikan harapan agar output dari digelarnya bursa ini menjadi komitmen desa untuk mereplikasi program inovasi yang dipilih sebagai program pembangunan desa dalam APBDes 2020.

“Kami berharap anggaran dana desa digunakan untuk program-program yang inovatif dan tidak itu-itu saja,” pungkas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI