Desain Jalan Tol Sudah Fix, Validasi Akhir Diharapkan Rampung

SLEMAN, KRJOGJA.com – Desain pembangunan jalan tol Yogya Solo dipastikan sudah fix. Sebelum memasuki tahapan konsultasi publik, tim persiapan jalan tol akan melakukan konsolidasi akhir untuk memprediksi dan mengkalkulasi risiko terkecil yang perlu diantisipasi serta solusi yang harus disiapkan.

“Untuk desain sudah fix. Rabu besok (hari ini-red), kami akan melakukan konsolidasi dengan semua wilayah desa dan kecamatan yang sudah selesai dilaksanakan sosialisasi. Kami akan terima hasil validasi pascasosialisasi untuk persiapan konsultasi publik,” jelas Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR) DIY Krido Suprayitno di sela kunjungan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X di Pasar Ikan Jogja Berbah Sleman, Selasa (11/2/2020).

Dalam konsolidasi nanti, lanjut Krido, semua stakeholder akan diundang berkaitan dengan kewilayahan untuk mengecek akhir atau validasi akhir. Sehingga bisa memprediksi dan mengkalkulasi risiko terkecil yang perlu diantisipasi serta solusi yang harus disiapkan tim persiapan jalam tol. Terlebih pada pertengahan Februari akan dilakukan secara paralel sosialisasi trase berikutnya.

“Harus matang juga persiapannya. Konsolidasi akhir sebelum konsultasi publik. harus disampaikan secara umum. Sehingga masyarakat yang belum menyelesaikan validasi segera menghubungi pemerintah desa. Terutama desa yang jadwal sosialisasinya barusan selesai, seperti Tirtoadi dan Tlogoadi Mlati,” ungkap Krido.

Ditambahkan, konsolidasi ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan jika ada perubahan. Pasalnya gambar desain jalan tol Yogya-Solo sudah dipastikan. Bahkan secara prinsip sudah memungkinkan diadakannya konsultasi publik yang diawali dengan validasi akhir. “Sampel sosialisasi wilayah perkotaan sudah dilaksanakan di Maguwoharjo dan Condongcatur. Selanjutnya setelah tanggal 17 Februari direncakan sosialisasi dilakukan di Caturtunggal, Sendangadi dan Sinduadi,” jelasnya.

Kridho tak menampik jika wilayah Depok memiliki kompleksitas yang sangat banyak. Selain pemukiman, juga dinamika masyarakatnya lebih banyak. Sehingga saat proses validasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan peran pemerintah desa. “Jumlah wilayah terdampak sepanjang Ringroad kompleksitasnya banyak sekali. Seperti di Condongcatur dan Maguwo kan sudah kelihatan sekali mana saja yang terdampak. Termasuk Pasar Condongcatur,” bebernya.

Krido memastikan untuk pembangunan jalan tol Yogya-Solo tidak akan mengganggu perempatan di simpang empat Monjali dan fly over Jombor. Semuanya sesuai dengan fungsi masing-masing. Namun demikian, saat konstruksi perlu ada pengaturan manajemen lalu lintas lebih lanjut. (Aha)

BERITA REKOMENDASI