Di Babarsari Ada Reaktor Nuklir, Ada yang Tahu?

SLEMAN (KRjogja.com) – Sepintas kawasan Balai Teknologi Atom dan Nuklir (Batan) yang ada di Babarsari Depok Sleman terlihat biasa saja. Aktivitas di kawasan tersebut tak ubahnya kantor lain apabila ditilik dari luar.

Namun, siapa yang menyangka di kawasan tersebut ada sebuah reaktor nuklir dengan kapasitas 100 Kilowatt. Reaktor yang telah ada sejak tahun 1974 ini diberinama Reaktor Kartini dan menjadi salah satu yang cukup tua di Indonesia.

Susilo Widodo, Kepala Batan Rabu (31/8/2016) mengatakan reaktor tersebut digunakan untuk keperluan penelitian dan pengaplikasian tenaga nuklir tingkat dasar. Menurut dia, tujuannya adalah mencerdaskan masyarakat agar menjadi melek nuklir.

"Kita di sini tujuannya untuk mengaplikasikan nuklir di bidang kesehatan, lingkungan jadi hanya dasarnya saja belum skala produksi kami hanya melakukan penelitiannya saja. Istilahnya pengaplikasian dasar saja bukan produksi massal seperti di Bandung dan Serpong," terangnya.

Batan Yogyakarta secara rutin bahkan menjadi salah satu agenda tur sekolah-sekolah dalam rangka pengenalan tenaga nuklir di Indonesia. "Tiap tahun kami dapat kunjungan 25 ribu siswa dari berbagai daerah, mereka menyaksikan bahwa nuklir tidak berbahaya dan punya banyak efek positif," lanjutnya.

Satu hasil penelitian di Batan Yogyakarta adalah alat pendeteksi fungsi ginjal yang disebut renogram. Alat tersebut kini diproduksi massal di reaktor nuklir besar di daerah lain sebagai tindak lanjut dari penelitian yang dinilai berhasil. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI