DI DIY, Ada 243 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual

SLEMAN, KRJOGJA.com – Panitia Penyelenggara  workshop penguatan kesadaran terhadap kekerasan seksual bertajuk WORKSHOP ON STANDS AGAINTS SEXUAL VIOLENCE: Rise! Disrupt! Connect! Mieke Karolus  mengungkapkan Di Daerah Istimewa Yogyakarta, jumlah korban kekerasan terhadap perempuan dan anak yang belum menikah tertinggi terdapat di kota Yogyakarta dengan 243 korban. 

Dengan melihat cukup tingginya angka kekerasan seksual di DIY, kata Mieke pemerintah provinsi DIY telah mengeluarkan Perda No. 3 Tahun 2012 tentang perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan. Didalam aturan itu melindungi perempuan dan anak di wilayah DIY dari bentuk kekerasan fisik, psikologis, dan seksual, serta memberikan perlindungan, pelayanan, dan pendampingan bagi korban.

"Workshop ini dihadiri tidak saja dari kalangan mahasiswa dan pendidik, tetapi juga masyarakat umum dan aktivis. Dalam workshop ini, peserta dibekali dengan wawasan untuk memetakan apa yang dimaksud dengan kekerasan seksual melalui analisa kasus-kasus, cara pencegahan dan penanganan jika melihat atau mengalami kekerasan seksual," papar Mieke.

Meurut Mieke peserta juga mendapatkan informasi mengenai lembaga atau konseling yang melayani korban kekerasan seksual. Secara umum, hasil workshop ini ditanggapi positif oleh peserta. Hasil dari workshop ini diharapkan tidak saja memberikan pemahaman tentang kekerasan seksual tetapi juga membangun solidaritas untuk korban.

“Selama ini kami banyak menemukan kasus-kasus kekerasan seksual tetapi kami tidak tahu harus bagaimana. Workshop ini kami harap dapat membantu ketika menangani masalah ini,” ujar Sr.Teresa Triastuti, OP, salah satu peserta workshop. (*)

BERITA REKOMENDASI