Di Kampus UPN Yogya, Luhut Bocorkan Kunci Sukses Kejayaan Indonesia

SLEMAN, KRJOGJA.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhur Binsar Pandjaitan menjabarkan sejumlah poin penting terkait kepemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Pembangunan Negeri ‘Veteran’ Yogyakarta (UPNVY). Dalam kuliah umum bertema ‘Pengembangan Industri dan Jasa Maritim Indonesia untuk Mewujudkan Visi Poros Maritim Dunia’, Luhut meyakinkan mahasiswa dan akademisi untuk mempercayai potensi Indonesia bisa sejajar dengan negara maju lainnya.

“Kita harus tahu, Indonesia itu memiliki banyak potensi. Ada tiga jalan menuju Indonesia hebat, yakni lewat pembangunan tol laut, pembangunan sistem pertanian dan pengalihan subsidi energi,” ungkapnya di Auditorium WR Supratman Kampus Utama UPNVY, Jalan SWK 104, Sleman, Jumat (8/2/2018).
Mantan Kepala Staf Kepresidenan tersebut mengatakan pembangunan tol laut merupakan keinginan Presiden Jokowi sebagai poros maritim dunia. Melalui pembangunan 24 pelabuhan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019, program tersebut diharapkan mampu mempercepat jalur logistik yang diperlukan di seluruh pelosok negeri. Menurutnya, kebijakan poros maritim dunia sering diabaikan. Padahal, Indonesia sebagai negara kepulauan, dengan mengoptimalkan potensi kemaritiman diprediksi mampu menjadi momentum kebangkitan ekonomi di masa depan. Disinggung mengenai impor garam yang kerap dilakukan pemerintah, Luhur menargetkan di tahun 2020 sudah tidak ada lagi impor garam.

“Produksi garam nasional itu kan sebenarnya tinggal siapa yang mau melakukan. Dari dulu kita tidak ada yang melakukan, dibohongi terus, jadi impor terus. Sekarang, kami targetkan 2020 sudah tidak impor garam,” ungkapnya.

Salah satu strategi yang diusung adalah melaksanakan eksteksifikaisi lahan di sejumlah daerah yang menjadi sentra produksi garam nasional, salah satunya di Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Indonesia itu juga nomor empat di dunia dalam hal pengembangan start up atau perusahaan baru. Saya harap, UPNVY, kampus bela negara ini bisa menghasilkan alumni-alumni yang menciptakan perusahaan baru dan membuka lebih banyak lagi lapangan kerja," tuturnya.

Ia turut meminta mahasiswa yang merupakan garda terdepan penerus bangsa bisa memahami keunggulan geo-politik dan geo-strategi. Jika kedua hal tersebut dimanfaatkan secara maksimal, bukan tidak mungkin puluhan juta orang Indonesia bisa memiliki pekerjaan dan menuju ke kehidupan yang lebih baik. (M-1)

Baca Juga: Bukan Kampus Sembarangan, UPNVYK Raih Peringkat Pertama SKBNI 2017

 

UPN

BERITA REKOMENDASI