Di UNY, JK Minta Guru Profesional, Jangan Hanya Kejar Tunjangan

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRjogja.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla ingin kesejahteraan guru terus ditingkatkan. Walaupun demikian, komitmen pemerintah untuk memberikan Tunjangan Profesi Guru (TPG) tersebut harus dibarengi dengan semangat para guru untuk meningkatkan kualitasnya.

Hal tersebut diungkapkan Kalla dalam Seminar Nasional Dies Natalis UNY, yang digelar di Ruang Sidang Utama UNY pada Sabtu (04/05) pagi. Dihadiri oleh Menristekdikti, Rektor se-Yogyakarta, Gubernur DIY beserta jajaran dan peserta seminar, JK menggarisbawahi agar guru semangat dalam menjalankan profesinya.

"Harus semuanya semangat. Kalau saya datang ke acara guru, saya bicara tingkatkan kualitas, diam saja. Tapi kalau saya bicara tunjangan, semuanya tepuk tangan. Ini yang harus kita garisbawahi, semangat dalam menjalankan segenap tugas guru, jangan hanya semangat memperoleh tunjangan," ungkap Kalla disambut tepuk tangan hadirin.

Dengan semangat tersebut, motivasi guru dapat diluruskan agar kualitas pendidikan yang terus meningkat. Sehingga tunjangan yang diberikan negara akan benar-benar berdampak pada mutu pembelajaran.

Salah satu cara yang diusulkan Kalla untuk peningkatan kualitas tersebut, adalah dengan merancang pembelajaran yang inovatif. Langkah-langkah terobosan dalam mengajar menurutnya penting. Karena apa yang diajarkan guru, harus bisa digunakan para siswa ketika nantinya mengaplikasikan ilmu di kala dewasa.

Yang berarti, ilmu itu disebutnya baru digunakan lima tahun atau sepuluh tahun lagi. Apabila sekedar mengajarkan untuk menghafal tanpa kemampuan analisis atau runtutan berpikir yang komprehensif, ilmu itu bisa jadi tidak berguna.

"Ilmu itu baru digunakan lima, sepuluh tahun lagi. Disitulah pentingnya motivasi untuk guru perlu diluruskan. Saya selalu menekankan kepada guru untuk terus meningkatkan kualitas, selain tentunya meningkatkan kesejahteraan karena guru patut kita hargai," pungkas Kalla. (KRA-02)

BERITA REKOMENDASI