Diduga Dianiaya Kekasih Ibu, Balita Tewas Penuh Luka

SLEMAN,KRJOGJA.com – Kematian tragis menimpa seorang balita, AF (4,5) warga Caturharjo Sleman, Minggu (9/8) dinihari. Balita berjenis kelamin laki-laki itu, meninggal diduga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh JRT (26) warga Caturharjo, Sleman. Pelaku merupakan selingkuhan ibu korban dan mereka sudah cukup lama tinggal bersama.

Selama tinggal dalam satu rumah kontrakan di Dusun Minggir 3, Sendangagung Minggir Sleman, diduga korban sudah sering mendapatkan penganiayaan. Untuk membuat terang kronologis peristiwa itu, Senin (10/8) siang Polres Sleman melakukan pra rekonstruksi di kontrakan tersebut. Dengan dikawal ketat petugas kepolisian, JRT tiba di kontrakan yang sudah sekitar 2 hingga 3 bulan ditempatinya bersama korban dan ibu korban yakni AM (25) warga Sleman serta kakak korban yang masih berusia 7 tahun.

Informasi yang didapatkan KR, antara AM dan JRT sudah lama menjalin hubungan istimewa. Padahal, AM masih berstatus suami orang dengan dua anak, sedangkan JRT masih single. Petugas kemudian membawa laki-laki bertato di tangan dan rambut dicat merah itu, masuk ke dalam kontrakan untuk menjalani pra rekonstruksi.

Aldi, yang tinggal dekat dari TKP mengatakan, sering mendengar pertengkaran dari dalam rumah pelaku. Hanya saja, ia tak berani mendekat, karena mengira itu persoalan keluarga.

“Selama ini warga tahunya mereka ini adalah pasangan resmi. Tapi memang tiap kali diminta identitas oleh Ketua RT, mereka selalu berbelit-belit. Karena sering bertengkar, pernah satu kali didatangi oleh pak RT dan diminta agar tidak membuat keributan, namun tetap diulangi lagi,” tandas Aldi ditemui di TKP.

Puncaknya pada Sabtu sekitar pukul 23.00, Aldi mendengar suara tangisan dari dalam rumah kontrakan pelaku. Namun saat keluar, ia sudah tidak mendengar atau melihat apa pun. Beberapa saat setelah itu, ia baru mendapatkan kabar jika korban sudah meninggal saat dilarikan ke Puskesmas Minggir.

Aldi kembali mengungkapkan, jika selama tinggal di TKP, JRT dan AM tidak pernah bergaul dengan tetangga sekitar. Bahkan saat ditinggal oleh keduanya untuk bekerja di sebuah warung bakmi sejak sore hingga malam hari, korban dan kakaknya sering dikunci dari luar.

Saat diminta polisi menyaksikan pra rekonstruksi, Aldi melihat saat pelaku memperagakan beberapa kali adegan penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap korban. “Ada yang dilakukan di kamar, di dapur dan kamar mandi. Tadi ada yang dipukul pakai sapu dan kaki,” ujar Aldi kepada wartawan usai menyaksikan pra rekonstruksi.

Kapolsek Minggir AKP Made Wira Suhendra SIK mengatakan, kasus itu saat ini dalam penanganan unit PPA Satreskrim Polres Sleman. Meskipun enggan menjelaskan secara gamblang terkait kronologis penganiayaan, Kapolsek mengatakan jika kasus itu bermula dari laporan ayah kandung korban. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI