Diminta Kumpulkan Identitas, Pengurus RT/RW Di Sleman Resah

SLEMAN, KRJOGJA.com -Sejumlah pengurus RT/RW di Kecamatan Kalasan resah. Secara tiba-tiba mereka diminta mengumpulkan identitas kependudukan tanpa disertai penjelasan keperluannya untuk apa.

Informasi KRJOGJA.com menyebutkan, kartu identitas yang diminta kepala dukuh tersebut adalah fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kepala Keluarga (KK) serta ijazah dan semuanya harus diserahkan paling lambar hari ini, Kamis (28/3).

Tanpa adanya keterangan yang jelas untuk keperluan apa kartu identitas tersebut, membuat mereka resah. Apalagi adanya tambahan fotocopy ijazah. Salah satu yang dikhawatirkan mereka, identitas tersebut akan disalahgunakan. Mengingat saat ini sudah masuk tahun politik.

Camat Kalasan Siti Anggraheni mengatakan, memang saat ini ada proses pendataan dari RT/RW dari kabupaten. Namun tidak meminta kartu identitas. Karena hanya pendataan biasa saja.

"Mungkin KTP itu lebih untuk mencocokkan saja. Antara nama dengan alamatnya sudah sesuai atau belum. Karena sampai saat ini masih ada beberapa yang belum masuk. Jadi dilengkapi," katanya, Rabu (28/3).

Dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sendiri juga membenarkan adanya proses pendataan. Namun membantah kalau ada instruksi untuk mengumpulkan identitas, termasuk ijazah.

Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan dan Aparatur Desa PMD Lasiman mengatakan, saat ini ada update data aparatur desa. Mulai dari pengurus RT, RW hingga BPD. Namun itu lebih untuk kelengkapan administrasi saja.

"Jadi ada form yang harus diisi. Dan itu juga lewat kecamatan dan diteruskan ke desa. Nanti desa yang mengisinya. Tidak terjun ke lapangan door to door. Tidak juga harus menyertakan identitas kependudukan. Itu siapa yang meminta? Kalau di kami tidak ada," tegasnya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI