Dinas Pertanian DIY Gandeng Taru Martani, Kembangkan Agrowisata Minat Khusus

SLEMAN, KRJogja.Com  – Wisata agro dengan minat khusus di Desa Ngipiksari, Kecamatan Pakem yang potensial menyedot wisatawan akan dikembangkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, yakni di lokasi Balai Pengembangan Perbenihan dan Pengawasan Mutu Benih Tanaman Pertanian (BP3MBTP) DIY, dekat pintu masuk Kawasan Kaliurang, Desa Hargobinangun. Untuk mewujudkan rencana tersebut, menggandeng salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DIY, PT Taru Martani.

“Ada sekitar 8 hektar lahan di areal BP3MBTP ini. Lokasinya yang dekat dengan destinasi wisata Kaliurang,  menjadi keunggulan untuk pengembangan wisata minat khusus, ” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan DIY,  Ir Sugeng Purwanto MMA dalam pertemuan dengan PT Taru Martani, Selasa (14/9). Sugeng didampingi Kepala BP3MBTP, Maman Suherman dan sejumlah wakil dari instansi kedinasan terkait. Pertemuan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi yang akan menjadi destinasi baru tersebut.

Wisata minat khusus ini akan memberdayakan potensi di unit BP3MBTP. Karena di lokasi ini, sudah dilakukan pengembangan benih sejumlah tanaman, seperti tomat, kopi, anggrek dan juga penanaman strawberry dan tanaman lainnya.

Selain  menjadi tempat sertifikasi benih,  juga menjadi tempat pemeliharaan sapi perah. Dengan kerjasama ini,  diharapkan muncul inovasi baru yang menjadi magnit bagi wisatawan. “Kami membayangkan, sebelum masuk kawasan wisata Kaliurang, atau setelah itu, bisa berwisata ke tempat ini. Bisa wisata dengan memetik strawberry, tomat, atau ikut bersama petani memerah susu sapi, karena di tempat kami terdapat 20 ekor sapi perah. “Dengan areal 8 hektar, bisa digunakan untuk jogging track bagi wisatawan yang suka berolahraga,” ujar Sugeng.

Direktur PT Taru Martani, Drs Nur Achmad Affandi MBA mengemukakan, kerjasama dengan dengan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan DIY ini merupakan penugasan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk memberdayakan potensi yang dimiliki Pemda DIY. Setelah mengkaji, potensi yang ada di Desa Ngipiksari ini layak untuk dikembangkan.

Karena itu, pihaknya akan menyusun rencana dan waktu untuk merealisasikan. Namun karena kondisi saat ini sedang pandemi Covid-19, untuk memulai dibutuhkan kehati-hatian, termasuk dalam hal modal yang diinvestasikan. “Kita akan menunggu momentum yang tepat,” ujar mantan Ketua Kadin DIY.

Sebagai langkah pertama, rencanayanya akan memulai dari pengembangan usaha café dan pengolahan kopi. Karena di arena ini terdapat sekitar 8.000 meter persegi lahan kopi. “Bisa saja nanti selain café, kita menyiapkan produk biji kopi yang sudah diolah,” ujar Nur Achmad sambil menambahkan bahwa Taru Martani telah mengelola café dan pengolahan biji kopi dengan keuntungan yang signifkan. (Jon)

KR-Primaswolo Sudjono

BERITA REKOMENDASI