Dinas Pertanian Usulkan Asuransi Gagal Panen

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman mengusulkan asuransi gagal panen. Usulan itu dituangkan dalam rancangan peraturan tentang  Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B). Tujuannya untuk mengkaver petani yang mengalami gagal panen.  

Kepala DP3 Kabupaten Sleman Heru Saptono menjelaskan, draf LP2B sekarang ini sedang dibahas di DPRD Sleman. Dalam draf itu akan ada zona inti dan zona cadangan. Untuk lahan pertanian yang masuk zona inti akan ada kompensasi yang didapat petani.  

"Kompensasinya petani akan mendapat bantuan bibit. Selain itu kami telah mengusulkan asuransi gagal panen bagi petani. Hal itu memberikan kepastian kepada petani dalam menanam sehingga mereka tidak memikirkan jika terjadi gagal panen," jelas Heru di kantornya, Senin (16/12/2019).

Diterangkan, asuransi gagal panen itu akan ikutan ke PT Jasindo yang telah bekerja sama dengan pemerintah pusat. Untuk premi yang harus dibayarkan oleh Pemkab Sleman Rp 36.000 perhektare karena 80 persen akan dibayar oleh pemerintah pusat. "Nanti premi itu akan ditanggung oleh pemerintah daerah untuk lahan pertanian yang masuk zona inti. Kriteria untuk mendapat klaim asuransi yaitu 75 gagal panen karena kekeringan atau diserang hama," bebernya. 

Menurut heru, Pemkab Sleman akan menetapkan 18.482 hektare lahan pertanian masuk program LP2B. Untuk zona cadangan yaitu 540 hektare dan sisanya merupakan zona inti. "Lahan pertanian ini tidak hanya padi saja. Tapi ada komuditas pertanian lainnya seperti cabai, jagung, kedelai dan ubi-ubian," paparnya. 

Untuk zona inti itu tidak bisa beralih fungsi kecuali ada kepentingan negara atau proyek strategis pemerintah. Jika nanti ada lahan yang masuk zona inti yang beralih untuk proyek strategis, lahan cadangan akan dinaikkan menjadi zona inti. "Kalau ada lahan zona cadangan naik zona inti, kami harus cari lahan lain untuk masuk zona cadangan," ujarnya. 

Lahan pertanian yang masuk LP2B ini akan dibagi secara proporsional dengan menyesuaikan potensi. Diantaranya irigasi dan daya dukung tanan. "Lahan itu tetap bagi di 17 kecamatan. Tapi. Sesuaikan dengan potensi wilayah di masing-masing kecamatan," tutupnya.(Sni)

BERITA REKOMENDASI